Petugas Kloter Haji Sumenep Dibekali Bimtek Intensif

  • 29 Jan 2026 22:42 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Petugas Kelompok Terbang (Kloter) haji Kabupaten Sumenep saat ini tengah mengikuti bimbingan teknis (bimtek) sebagai persiapan pelayanan jemaah haji. Bimtek tersebut dilaksanakan selama 10 hari, mulai dari pembukaan hingga 7 Februari 2026, bertempat di Asrama Haji Sukolilo, Surabaya.

Kepala Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Sumenep, Ahmad Halimy, menjelaskan bahwa dalam satu kloter terdapat lima petugas kloter yang diberangkatkan, ditambah dua orang petugas dari unsur tenaga kesehatan.

“Bimbingan teknis ini bertujuan untuk mempersiapkan petugas agar siap melayani jemaah haji secara optimal,” kata Ahmad Halimy, Kamis 29 Januari 2026

Ia menjelaskan, materi bimtek tidak hanya berfokus pada penguatan kedisiplinan dan kekompakan, tetapi juga membangun kerja sama tim serta mempererat silaturahmi antarpetugas. Selain itu, para peserta dibekali berbagai materi teknis yang berkaitan langsung dengan penyelenggaraan ibadah haji.

Materi yang diberikan meliputi kebijakan haji dalam negeri, kebijakan haji luar negeri, kebijakan kesehatan, manasik haji, hingga penanganan berbagai persoalan yang kerap muncul selama pelaksanaan ibadah haji, termasuk masalah kesehatan jemaah dan kondisi khusus jemaah perempuan.

“Petugas kloter ini akan mendampingi jemaah haji ke mana pun mereka pergi, mulai dari Arafah, Muzdalifah, Mina, hingga selama di Makkah dan Madinah. Mereka tinggal satu hotel dan satu kloter dengan jemaah, sehingga harus siap melayani selama 24 jam,” ujarnya.

Meski demikian, Halimy menegaskan bahwa petugas tetap mendapatkan waktu istirahat secara wajar. Namun, dalam kondisi darurat atau mendesak, petugas dituntut selalu siap siaga.

Menurutnya, tantangan paling krusial bagi petugas kloter biasanya terjadi saat puncak ibadah haji, khususnya pada pelaksanaan wukuf di Arafah, dilanjutkan ke Muzdalifah dan Mina. Pada fase tersebut, beban tugas petugas meningkat, terutama dalam pendampingan jemaah lansia dan jemaah berisiko tinggi.

“Petugas kesehatan sudah dibekali data lengkap terkait kondisi kesehatan jemaah, termasuk jemaah lansia dan jemaah dengan penyakit tertentu. Data ini menjadi dasar dalam memberikan pelayanan,” ujarnya.

Sementara itu, pada saat kedatangan jemaah di Madinah, tantangan utama petugas kloter adalah menyiapkan akomodasi, pembagian kamar hotel, serta koordinasi dengan struktur jemaah seperti ketua regu, ketua rombongan, dan petugas Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH).

Halimy menegaskan, bimbingan teknis ini merupakan sarana yang disiapkan pemerintah untuk memastikan kesiapan petugas kloter sebelum terjun langsung mendampingi jemaah di Tanah Suci.

“Dalam manasik haji di tingkat kabupaten nanti, kami juga akan memperkenalkan petugas kloter kepada jemaah. Jemaah harus mengenal petugasnya dan memiliki nomor kontak mereka agar mudah berkoordinasi selama pelaksanaan ibadah haji,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....