Bunga Bermekaran, "Sakura Indonesia" Percantik Jalan Dokter Cipto Sumenep

  • 02 Jul 2026 15:08 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Hamparan bunga berwarna merah muda, putih, dan kuning yang selama ini identik dengan kota-kota wisata, kini juga menjadi pemandangan yang memikat di Kabupaten Sumenep. Memasuki musim kemarau, deretan pohon Tabebuia di sepanjang Jalan Dokter Cipto bermekaran, menghadirkan suasana yang kerap disebut menyerupai musim sakura di Jepang.

Pemandangan paling mencolok dapat dinikmati di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Sumenep hingga kawasan RSUD dr. Moh. Anwar. Rimbunnya bunga yang memenuhi ujung-ujung ranting menjadi daya tarik tersendiri bagi warga yang melintas.

Salah satunya Abelia. Rabu 2 Juli 2026, Perempuan itu sengaja berhenti sejenak untuk mengabadikan keindahan bunga yang berbentuk menyerupai terompet kecil tersebut.

"Kalau siang hari biasanya mata silau karena terik matahari. Tapi dengan bunga-bunga ini suasananya jadi lebih indah. Keindahannya sangat mirip dengan pemandangan bunga sakura di Jepang," ujarnya.

Sambil memotret bunga yang tumbuh bergerombol dan sangat lebat, ia mengaku takjub melihat perubahan wajah kawasan tersebut.

"Bagi orang yang sedang menunggu keluarga di RSUD atau mungkin merasa penat, pemandangan ini bisa menjadi sedikit pengobat ketika keluar rumah sakit," katanya.

Tak hanya menikmati keindahannya, rasa penasaran juga membuat Abelia memungut beberapa bunga yang telah berguguran.

"Saya sempat tergiur ingin mencium aromanya. Ternyata bunganya tidak beraroma," ujarnya sambil tersenyum.

Hal senada disampaikan Rillah. Menurutnya, mekarnya Tabebuia memberikan nuansa berbeda di tengah cuaca kemarau yang identik dengan udara panas dan kering.

"Biasanya musim kemarau identik dengan pohon yang meranggas. Tapi Tabebuia justru bermekaran. Jalan jadi terlihat lebih cantik dan banyak orang berhenti untuk berfoto," kata Rillah.

Tabebuia, khususnya jenis Tabebuia rosea yang juga dikenal sebagai Pink Trumpet Tree atau Pink Poui, memang kerap dijuluki "Sakura Indonesia" karena bunga-bunganya bermekaran hampir serempak ketika daunnya mulai rontok. Dari kejauhan, tampilannya menyerupai pohon sakura yang sedang berbunga.

Meski sering dijumpai di berbagai daerah di Indonesia, Tabebuia bukan merupakan tanaman asli Nusantara. Pohon ini berasal dari kawasan Amerika Tropis, meliputi Amerika Tengah dan Amerika Selatan. Seiring waktu, tanaman tersebut dibudidayakan di berbagai negara tropis dan subtropis karena mampu bertahan pada cuaca panas, tahan terhadap kondisi perkotaan, serta memiliki nilai estetika yang tinggi sebagai tanaman peneduh dan penghias jalan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....