Katak dan Susu: Cara Unik Masyarakat Lama Mengawetkan Minuman
- 28 Mar 2026 18:07 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep : Sebelum teknologi pendingin dikenal luas, manusia harus berpikir kreatif untuk menjaga bahan makanan tetap segar. Di wilayah Rusia, terdapat praktik tradisional yang cukup unik dan menarik perhatian. Masyarakat setempat konon menaruh katak hidup ke dalam susu agar tidak cepat basi.
Kebiasaan ini mungkin terdengar tidak masuk akal bagi masyarakat modern. Namun, praktik tersebut bukan sekadar mitos tanpa dasar. Ada penjelasan ilmiah yang menjelaskan mengapa cara ini dipercaya efektif pada zamannya.
Beberapa jenis katak seperti katak cokelat Eurasia memiliki kemampuan bertahan di lingkungan yang penuh mikroorganisme. Hal ini karena kulit katak menghasilkan zat alami yang bersifat antimikroba. Zat tersebut membantu melindungi katak dari serangan bakteri.
Ketika katak dimasukkan ke dalam susu, zat antimikroba dari kulitnya diduga ikut larut. Senyawa ini dapat menghambat pertumbuhan bakteri yang menjadi penyebab utama susu cepat basi. Dengan begitu, kualitas susu bisa bertahan lebih lama meski tanpa pendingin.
| Baca juga: Nonton Kartun Ada Manfaatnya? Yuk Cari Tahu! |
Dalam kondisi kehidupan masa lalu yang serba terbatas, cara ini menjadi solusi praktis. Masyarakat memanfaatkan apa yang tersedia di alam untuk menjaga ketahanan pangan. Kreativitas seperti ini menunjukkan kemampuan adaptasi manusia terhadap lingkungan.
Meski memiliki dasar ilmiah, praktik tersebut tidak dapat diterapkan pada masa sekarang. Standar kebersihan modern menuntut proses pengolahan makanan yang higienis dan aman. Memasukkan hewan ke dalam bahan konsumsi justru berpotensi menimbulkan risiko kesehatan.
Kisah ini menjadi contoh menarik bagaimana tradisi lama sering kali memiliki logika tersendiri. Di balik keunikannya, praktik tersebut membuka wawasan tentang potensi senyawa alami yang kini banyak dikembangkan dalam dunia sains dan kesehatan modern.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....