Tradisi Nyekar Warga Sumenep di Momen Lebaran Idul Fitri
- 31 Mar 2025 18:44 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep : Tradisi nyekar atau ziarah kubur merupakan salah satu tradisi yang masih melekat dalam budaya masyarakat Indonesia, terutama saat menjelang dan sesudah Hari Raya Idulfitri. Tradisi ini merupakan bentuk penghormatan kepada leluhur dan orang-orang terkasih yang telah meninggal dunia.
Nyekar adalah istilah yang digunakan dalam tradisi ziarah kubur. Aktivitas nyekar ini biasanya dengan cara menaburkan bunga di atas makam.
Selain itu, peziarah biasanya juga membacakan doa untuk orang yang telah meninggal. Hal itu sebagai bentuk penghormatan dan harapan agar yang meninggal mendapatkan tempat yang laik di akhirat.
Nyekar juga menjadi tradisi masyarakat Kabupaten Sumenep saat momen Idul Fitri.
Murut Hasmi, salah seorang warga Kecamatan Pabian, ziarah kubur biasanya dilakukan setelah sholat Idul Fitri.
“Biasanya membaca yasin, dan doa-doa untuk yang meninggal dunia. Harapannya agar almarhum atau almarhumah mendapatkan tempat terbaik,” kata dia, Senin (31/3/2025).
Menurutnya, tradisi nyekar di Momen Idul Fitri ini sudah turun temurun sejak puluhan atau bahkan ratusan tahun lalu.
“Di hari-hari biasa masyarakat juga berziarah kubur. Jadi ini seperti sebuah tradisi yang turun temurun,” terangnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....