Harga Sayuran di Pasar Jangara Naik, Pasokan dari Petani Terbatas

  • 02 Agt 2026 07:44 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Harga sejumlah komoditas sayuran di Pasar Jangara, Kabupaten Sumenep, mengalami kenaikan dalam beberapa hari terakhir akibat terbatasnya pasokan dari petani. Kondisi tersebut dikeluhkan masyarakat karena membuat pengeluaran kebutuhan rumah tangga semakin meningkat.

Berdasarkan pantauan di Pasar Jangara, Minggu 2 Agustus 2026, harga sawi yang sebelumnya dijual Rp2.000 per ikat kini naik menjadi Rp3.000 per ikat. Bayam desa juga mengalami kenaikan dari Rp5.000 menjadi Rp7.000 per ikat, sedangkan kangkung naik dari Rp2.000 menjadi Rp3.000 per ikat.

Salah seorang pembeli, Mahbubatun, mengaku keberatan dengan kenaikan harga sayuran tersebut. Menurutnya, lonjakan harga membuat biaya kebutuhan dapur semakin besar. Ia juga mempertanyakan kemungkinan adanya pengaruh pembelian sayuran dalam jumlah besar untuk memenuhi kebutuhan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), meski belum mengetahui secara pasti penyebabnya. "Apa mungkin karena dibeli dapur MBG jadi harga di pasaran naik?" ujarnya.

Sementara itu, pedagang sayur di Pasar Jangara, Mina, menjelaskan bahwa kenaikan harga dipicu minimnya pasokan sayuran dari petani. Menurutnya, harga beli dari petani sudah lebih tinggi dibanding biasanya sehingga pedagang juga kesulitan menetapkan harga jual kepada konsumen.

"Sekarang stok sayur memang sedikit. Dari petaninya sudah mahal, jadi kami juga bingung. Semua serba mahal, pas mau dijual berapa juga bingung," katanya.

Para pedagang berharap pasokan sayuran kembali normal dalam waktu dekat agar harga di pasaran berangsur stabil. Dengan demikian, daya beli masyarakat diharapkan tetap terjaga dan kebutuhan pokok dapat dipenuhi dengan harga yang lebih terjangkau.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....