UMKM Sumenep Ditarget Tumbuh Signifikan di Tahun 2026

  • 30 Jan 2026 00:47 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Pertumbuhan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Sumenep menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Memasuki tahun 2026, peningkatan jumlah dan aktivitas UMKM di wilayah tersebut diharapkan semakin menguat dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua Umum PC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sumenep, Khomeini Ramadhan, menyampaikan bahwa geliat UMKM di Sumenep terus mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan. Hal ini terlihat dari semakin mengakarnya pelaku usaha kecil dan menengah di berbagai sektor ekonomi masyarakat.

“Selama 2025, pertumbuhan UMKM di Sumenep cukup meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Harapannya, di 2026 ini pertumbuhannya bisa lebih baik lagi,” ujarnya Kamis 29 Januari 2026

Ia mengungkapkan, berdasarkan hasil diskusi dengan Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian Sumenep, pemerintah daerah menargetkan peningkatan jumlah UMKM sebesar 10 hingga 20 persen dibandingkan tahun 2025. Target tersebut dinilai realistis seiring dengan terbukanya peluang usaha berbasis teknologi.

Menurut Khomeini, kemajuan teknologi menjadi peluang sekaligus tantangan bagi pelaku UMKM, khususnya generasi muda. Digitalisasi membuka ruang besar bagi lahirnya iklim investasi baru dan memperluas akses pasar bagi usaha kecil dan menengah.

“Pertumbuhan ekonomi di Sumenep saat ini banyak ditopang oleh investasi dari UMKM. Anak-anak muda punya peran besar dalam menciptakan iklim usaha yang inovatif dan berdaya saing,” ujarnya.

Meski demikian, ia menilai tantangan utama yang dihadapi pelaku UMKM ke depan adalah regulasi, terutama terkait perubahan sistem perizinan berbasis Online Single Submission (OSS). Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap regulasi baru perlu terus ditingkatkan agar tidak menjadi hambatan dalam pengembangan usaha.

“Perubahan kebijakan OSS ini harus benar-benar dipahami oleh pelaku usaha. Edukasi regulasi sangat penting agar UMKM tidak kesulitan dalam proses perizinan,” katanya.

Terkait dukungan pemerintah, Khomeini menilai kebijakan pusat sudah cukup berpihak pada penguatan UMKM. Salah satunya melalui stimulus dana yang disalurkan pemerintah kepada bank-bank BUMN untuk mendorong kemudahan akses permodalan bagi masyarakat.

“Pemerintah telah memberikan stimulus dana yang cukup besar kepada bank-bank Himbara agar disalurkan ke masyarakat. Tinggal bagaimana proses pencairannya bisa lebih mudah dan tepat sasaran untuk meningkatkan kapasitas pelaku usaha,” katanya.

Ia berharap, sinergi antara pemerintah, perbankan, dan pelaku usaha dapat terus diperkuat agar UMKM di Sumenep mampu tumbuh berkelanjutan dan menjadi motor penggerak ekonomi daerah di tahun 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....