Literasi Keuangan Digital untuk UMKM, Bertahan dan Berkembang

  • 10 Sep 2025 07:17 WIB
  •  Sumenep

KBRN, Sumenep: Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia. Literasi keuangan digital menjadi kunci penting agar UMKM mampu bertahan sekaligus berkembang di tengah arus transformasi digital yang begitu cepat.

Literasi keuangan digital tidak hanya tentang kemampuan menggunakan aplikasi pembayaran online atau dompet digital. Lebih dari itu, literasi ini mencakup pemahaman tentang manajemen keuangan berbasis digital, seperti pencatatan transaksi otomatis, laporan keuangan sederhana, hingga pengelolaan arus kas.

Hal ini disampaikan Akhmad Jayadi, Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, saat di Gema UMKM RRI, Senin (8/9/2025). Ia mengungkapkan keuntungan yang dirasakan oleh pelaku UMKN dengan menggunakan digital finance.

“Akses terhadap layanan perbankan digital, misalnya mobile banking, pinjaman online resmi, dan layanan fintech, ini salah satu keuntungan yang dirasakan dengan penggunaan digital finance," katanya. "Selain juga keamanan transaksi lebih terjaga, agar pelaku UMKM terhindar dari penipuan digital maupun kebocoran data."

Jayadi mencontohkan adopsi keuangan digital membawa banyak keuntungan bagi UMKM. Di antaranya mempermudah transaksi seperti pembayaran yang dilakukan melalui QRIS, transfer digital, maupun e-wallet, sehingga pelanggan memiliki banyak pilihan.

“Manfaat lain digital finance dapat meningkatkan akses pasar, artinya UMKM dapat menjangkau konsumen lebih luas, bahkan hingga luar daerah, melalui platform digital," ucapnya. "Dengan pencatatan keuangan digital, UMKM lebih mudah mendapatkan akses kredit dari bank atau lembaga keuangan."

Menurutnya, pencatatan otomatis mengurangi risiko human error dan mempercepat proses evaluasi usaha. Namun masih ada sejumlah tantangan di kalangan UMKM, seperti kurangnya pemahaman teknologi, terutama di kalangan pelaku usaha yang belum terbiasa dengan aplikasi digital. Selain itu keterbatasan infrastruktur internet, terutama di daerah pelosok, serta rendahnya kepercayaan pada sistem digital, karena masih ada kekhawatiran terhadap penipuan dan kebocoran data.

Ia menambahkan, peran pemerintah, lembaga perguruan tinggi, lembaga keuangan dan komunitas UMKM, termasuk keterlibatan media, menjadi solusi dalam peningkatan literasi keuangan digital bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Tidak hanya pendampingan intensif seperti contoh praktik langsung penggunaan aplikasi keuangan digital, namun juga kolaborasi dengan fintech dan perbankan, sehingga memberikan akses layanan keuangan yang mudah dipahami dan aman.

Di era ekonomi digital, UMKM tidak bisa hanya mengandalkan cara konvensional. Literasi keuangan digital menjadi bekal penting agar mereka mampu bersaing, beradaptasi, dan terus berkembang. Dengan menguasai teknologi keuangan, pelaku UMKM terdorong untuk terbiasa mencatat transaksi, melakukan promosi dan mengelola keuangan secara digital. Tujuannya dapat memperluas pasar, meningkatkan profesionalisme, dan memperkuat kontribusi terhadap perekonomian nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....