Memasuki Masa Panen, PR Lokal Diminta Serap Maksimal Hasil Panen Tembakau
- 28 Jul 2026 09:11 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep – Menjelang masa panen tembakau khususnya di Kabupaten Sumenep mendapat perhatian Paguyuban Pengusaha Rokok (PPR). Ketua PPR Kabupaten Sumenep, Syafwan Wahyudi meminta PR lokal untuk melakukan penyerapan tembakau rajangan yang dihasilkan petani.
Saat ini, petani tembakau dibeberapa Kecamatan centra penghasil mulai panen. Sebagian petani dijual langsung kepada pedagang atau pengepul. Ada juga yang dirajang dan dikeringkan sebelum dijual ke pengepul atau ke Gudang Perwakilan pabrikan dan PR lokal.
”Kami minta kepada teman-teman PR tidak angkat tangan, tapi hendaknya melakukan pembelian tembakau hasil petani. Ini supaya menjaga stabilitas harga sekaligus memberikan kepastian pasar kepada petani, dan mempertahankan perputaran ekonomi di daerah,” kata Udik panggilan akrab Syafwan Wahyudi, Selasa 28 Juli 2026.
Menurutnya, industri hasil tembakau memiliki tanggung jawab besar terhadap keberlangsungan usaha petani. Sebab, tembakau merupakan salah satu komoditas unggulan yang menjadi sumber penghidupan ribuan keluarga di sejumlah wilayah di kabupaten paling timur Pulau Madura.
Pihaknya mendorong agar kebutuhan bahan baku industri rokok sebaiknya dipenuhi terlebih dahulu dari hasil panen petani lokal. “Ketika perusahaan rokok membeli hasil panen petani Sumenep, manfaatnya akan dirasakan banyak pihak. Perputaran uang tetap berada di daerah sehingga ekonomi masyarakat ikut tumbuh,” ujarnya.
Dia mengatakan, petani dan industri rokok merupakan bagian dari satu ekosistem yang saling membutuhkan. Petani membutuhkan kepastian pasar, sedangkan industri membutuhkan pasokan tembakau berkualitas sebagai bahan baku.
Karena itu, dia mendorong perusahaan rokok membangun komunikasi yang lebih intensif dengan petani dan kelompok tani sejak awal musim tanam agar mereka memahami standar kualitas tembakau yang dibutuhkan industri.
Di sisi lain, Haji Udik juga mengingatkan petani agar tidak terburu-buru memanen tembakau sebelum daun mencapai tingkat kematangan optimal. Panen terlalu dini, menurut dia, berpotensi menurunkan kualitas tembakau dan berdampak terhadap harga jual di tingkat industri.
“Tembakau yang dipanen pada waktu yang tepat memiliki mutu lebih baik dan nilai ekonominya juga lebih tinggi. Karena itu kami berharap petani tetap mengedepankan kualitas,” katanya.
Selebihnya, Haji Udik juga mengajak pemerintah daerah memperkuat sinergi dengan para pemangku kepentingan dalam membangun sektor pertembakauan yang sehat dan berkelanjutan.
“Kolaborasi seluruh pihak menjadi fondasi penting agar tembakau Sumenep tetap menjadi komoditas unggulan dan memberikan kontribusi besar terhadap perekonomian daerah,” katanya mengakhir wawancaranya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....