Musim Kemarau Tiba, Harga Garam Gili Raja Turun
- 11 Mei 2026 15:49 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Musim kemarau yang mulai datang ke Kabupaten Sumenep tahun ini belum sepenuhnya membawa kabar baik bagi para petani garam di Pulau Gili Raja, Kecamatan Gili Genteng. Di tengah cuaca yang mendukung produksi, harga garam justru perlahan turun.
Muhamad, salah seorang petani garam setempat, menuturkan bahwa pada awal 2026 harga garam sempat mencapai Rp2.600 per kilogram. Namun, memasuki musim produksi saat ini, harga turun menjadi sekitar Rp1.900 per kilogram.
“Sekarang turun sekitar Rp600 per kilogram. Tapi petani biasanya menjual dalam hitungan ton, bukan mengejar harga per kilogram,” ujarnya.
Bagi warga pesisir Gili Raja, fluktuasi harga garam sebenarnya bukan hal baru. Menjelang musim panen, harga garam kerap melemah seiring melimpahnya produksi di pasaran. Karena itu, tidak semua warga bertahan menjadi petani garam.
“Makanya hanya sebagian kecil warga yang tetap fokus bertambak garam, karena harganya sering tidak stabil,” kata Muhamad.
Penurunan harga tersebut juga dibenarkan pengusaha garam asal Gili Raja, Maskup Belu. Menurutnya, perusahaan-perusahaan besar kini membeli garam dengan harga lebih rendah dibanding sebelumnya, meski permintaan pasar masih tergolong lancar.
“Kalau penyebab pastinya saya kurang paham, tetapi permintaan masih tetap ada,” ucapnya.
Di pulau yang berada di sebelah selatan Kabupaten Sumenep itu, hamparan tambak garam membentang hingga 640 hektare. Tambak-tambak tersebut tersebar di Desa Ban Maleng, Desa Ban Baru, dan Desa Lombang, menjadi sumber penghidupan bagi banyak keluarga pesisir di Gili Raja.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....