Gilis Tetap Bertahan Menjadi Warisan Budaya Kepulauan Sumenep
- 09 Jul 2026 11:49 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan hadirnya berbagai peralatan modern, masyarakat di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep masih mempertahankan penggunaan alat tradisional bernama gilis sebagai penggiling jagung. Hingga kini, alat berbahan batu tersebut tetap dimanfaatkan untuk menggiling jagung yang akan diolah menjadi bahan makanan.
Camat Kangayan, Nurullah, membenarkan bahwa gilis masih digunakan oleh sebagian masyarakat di wilayah kepulauan. Menurutnya, alat tradisional yang sudah dikenal sejak era 1970-an itu tetap bertahan karena dinilai praktis dan masih sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
"Pemerintah tidak bisa mengintervensi penggunaan alat tersebut karena hingga saat ini masih menarik dan tetap dimanfaatkan warga. Biasanya, masyarakat menggiling jagung hanya saat dibutuhkan untuk kebutuhan memasak," ujar Nurullah.
Ia menjelaskan, jagung kini umumnya digunakan sebagai campuran beras saat dimasak. Kondisi tersebut berbeda dengan masa lalu ketika masyarakat lebih banyak mengandalkan jagung sebagai makanan pokok karena produksi padi masih sangat terbatas.
"Berbeda dengan tempo dulu, ketika padi masih sangat jarang sehingga jagung menjadi makanan utama masyarakat. Sekarang jagung lebih banyak digunakan sebagai campuran beras," katanya.
Selain memiliki nilai historis, gilis juga dinilai lebih praktis bagi masyarakat. Warga tidak perlu menempuh perjalanan jauh untuk mencari mesin penggiling karena alat tersebut dapat digunakan sendiri di rumah dengan waktu yang relatif cepat sesuai kebutuhan.
Nurullah menilai keberadaan gilis tidak hanya memiliki nilai fungsi, tetapi juga menjadi bagian dari kekayaan budaya masyarakat kepulauan yang patut dilestarikan sebagai warisan leluhur.
Secara fisik, gilis terbuat dari batu bulat yang dibelah menjadi dua bagian. Permukaan batu kemudian dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai wadah terbuka dengan lubang di bagian tengah sebagai tempat menggiling jagung hingga menjadi halus.
Keberadaan gilis menjadi bukti bahwa di tengah modernisasi, masyarakat kepulauan Sumenep masih mampu mempertahankan kearifan lokal dan budaya leluhur yang tetap relevan dengan kehidupan sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....