Momentum HPN 2026, PLN dan Pemkab Sumenep Matangkan Strategi Listrik Kepulauan
- 06 Sep 2026 09:25 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Memperingati Hari Pelanggan Nasional (HPN) 2026, PT PLN (Persero) menggelar forum diskusi strategis bersama Kementerian PPN/Bappenas dan jajaran Pemerintah Kabupaten Sumenep di Kantor PLN ULP Sumenep, Kamis 4 September 2026) Pertemuan ini berfokus membedah tantangan serta merumuskan solusi konkret guna mengoptimalkan pasokan listrik di wilayah kepulauan Kabupaten Sumenep.
Diskusi yang berlangsung dinamis tersebut dihadiri oleh Koordinator Subdit Sumatera I Pembangunan Indonesia Barat Kementerian PPN/Bappenas Aditya Widya Pradipta, Kepala Bappeda Sumenep Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si. beserta jajaran, serta Kepala Bidang PUEKD Dinas DPMD Sumenep Fadholi, S.T., M.T. Dari pihak PLN, hadir Assistant Manager Perencanaan UP3 Madura Sukron Mashudi, Assistant Manager Jaringan Distribusi UP3 Madura Ari Sihrahmat, Manager ULP Sumenep Achmad Suaidi, dan Manager ULP Kepulauan Kangean Hairul Ismail.
Langkah kolaboratif ini menjadi komitmen bersama untuk memastikan seluruh masyarakat Sumenep, khususnya di kawasan 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar), mendapatkan akses energi yang andal dan berkualitas sejalan dengan pilar pelayanan Hari Pelanggan Nasional.
Dalam pemaparannya, PLN UP3 Madura membeberkan peta kelistrikan pesisir dan kepulauan Sumenep yang memiliki karakteristik geografis unik. Saat ini, sebanyak 25 pulau telah terlayani oleh Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), sementara 8 pulau lainnya ditopang oleh Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Tantangan keterbatasan akses antarwilayah dan pola beban masyarakat menjadi perhatian khusus dalam merancang pengembangan sistem ke depan.
Assistant Manager Perencanaan PLN UP3 Madura, Sukron Mashudi, menegaskan bahwa keandalan pasokan energi di kepulauan bukan hanya soal menerangi rumah warga, tetapi juga menjadi tulang punggung perekonomian lokal. Menurutnya, pemetaan kebutuhan listrik harus presisi dan adaptif terhadap potensi energi daerah.
"Karakteristik setiap pulau berbeda-beda, baik dari aksesibilitas maupun potensi energi lokalnya. Karena itu, PLN tidak hanya berfokus pada kecukupan daya saat ini, tetapi juga memproyeksikan pertumbuhan kebutuhan di masa depan. Kami berupaya menyelaraskan pengembangan sistem kelistrikan dengan potensi daerah agar dampaknya langsung dirasakan oleh masyarakat," ujar Sukron.
Salah satu poin krusial yang menjadi sorotan dalam rapat tersebut adalah dukungan kelistrikan bagi sektor perikanan yang menjadi mata pencaharian utama warga kepulauan. Ketersediaan listrik yang andal sangat dibutuhkan untuk mengoperasikan fasilitas rantai dingin (cold chain) dan cold storage, guna menjaga kualitas serta memperpanjang masa simpan hasil tangkapan nelayan.
Kepala Bidang PUEKD Dinas DPMD Sumenep, Fadholi, S.T., M.T., menyambut positif langkah sinergis ini. Ia menilai integrasi antara infrastruktur kelistrikan dan pusat produksi perikanan akan menjadi kunci utama dalam mendongkrak ekonomi desa dan industri kreatif di kepulauan.
"Nelayan kita di kepulauan sangat bergantung pada keberadaan cold storage agar harga jual ikan tetap stabil dan kualitasnya terjaga. Ketika kapasitas dan keandalan listrik di sentra-sentra perikanan ini dapat dijamin oleh PLN, rantai ekonomi warga desa otomatis terangkat. Sinergi lintas lembaga ini sangat penting agar perencanaan pembangunan infrastruktur berjalan selaras dari pusat hingga ke daerah," tutur Fadholi.
Melalui penguatan kolaborasi antara Kementerian PPN/Bappenas, Pemkab Sumenep, dan PLN, hasil dari pertemuan ini diharapkan dapat mempercepat penyusunan skema perencanaan dan skema pembiayaan infrastruktur ketenagalistrikan yang lebih efisien dan berkelanjutan bagi masyarakat kepulauan Sumenep.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....