Musim Kemarau Jadi Waktu Terbaik Pohon Asam Menghasilkan Buah Berkualitas

  • 29 Jul 2026 08:45 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Musim kemarau identik dengan cuaca panas dan minim curah hujan. Namun, di tengah kondisi tersebut, pohon asam justru tampak dipenuhi buah yang mulai masak. Kondisi ini menjadi hal yang lazim karena pohon asam memiliki siklus pertumbuhan yang berbeda dengan banyak tanaman buah lainnya. Setelah berbunga pada musim hujan, buah berkembang selama beberapa bulan dan mencapai kematangan saat musim kemarau tiba.

Secara ilmiah, musim kemarau menjadi waktu yang ideal bagi proses pematangan buah asam. Intensitas sinar matahari yang tinggi membantu pembentukan gula alami pada daging buah, sementara rendahnya kelembapan mengurangi risiko serangan jamur dan penyakit. Kondisi tersebut membuat buah asam memiliki kualitas yang lebih baik dan lebih mudah dipanen serta disimpan.

"Sekarang pohon asam sudah sangat jarang ditemukan, dulu, sekitar era 1980-an, pohon asam masih banyak tumbuh di berbagai tempat, termasuk di sekitar permukiman," ujar Sunar, warga Desa Keles, Kecamatan Ambunten. "Namun sekarang jumlahnya terus berkurang karena pohonnya besar, membutuhkan lahan luas, dan dianggap kurang ekonomis dibandingkan tanaman lain."

Selain menjadi bumbu dapur yang memberikan cita rasa asam pada berbagai masakan, buah asam juga memiliki nilai ekonomi dan dimanfaatkan sebagai bahan minuman, obat tradisional, hingga industri makanan. Meski demikian, keberadaan pohon asam kini semakin berkurang akibat perubahan pola pemanfaatan lahan dan bergesernya pilihan masyarakat terhadap tanaman yang dinilai lebih cepat menghasilkan keuntungan.

"Banyak masyarakat memilih menanam pohon yang hasilnya bisa dipanen lebih cepat dan memiliki nilai jual lebih tinggi," kata Sunar. "Akibatnya, pohon asam yang pertumbuhannya lambat mulai ditinggalkan, padahal pohon ini memiliki banyak manfaat dan sudah menjadi bagian dari lingkungan sejak dulu."

Pakar pertanian menjelaskan bahwa pola berbuah pada musim kemarau merupakan bentuk adaptasi alami pohon asam terhadap iklim tropis. Buah yang matang menjelang musim hujan akan lebih mudah menyebarkan bijinya. Ketika hujan mulai turun, biji memperoleh kelembapan yang cukup untuk berkecambah sehingga peluang tumbuh menjadi tanaman baru semakin besar.

"Kalau tidak ada upaya menjaga dan menanam kembali, bukan tidak mungkin beberapa tahun ke depan pohon asam akan semakin sulit dijumpai," ucapnya. "Padahal keberadaannya bukan hanya memiliki nilai ekonomi, tetapi juga menjadi bagian dari warisan alam dan budaya masyarakat." (RIA)

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....