Krisis Rasa Malu dan Hoaks Jadi Tantangan Umat Masa Kini

  • 05 Jul 2026 16:42 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Perkembangan teknologi digital, media sosial, dan kecerdasan buatan (AI) menghadirkan tantangan baru bagi kehidupan moral masyarakat. Di tengah derasnya arus informasi, umat manusia dituntut memiliki kemampuan menyaring informasi sekaligus menjaga nilai-nilai spiritual agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Penyuluh Agama Islam Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep, Ustaz Tola’ Imam, mengatakan tantangan yang dihadapi manusia saat ini jauh lebih kompleks dibandingkan masa sebelumnya. Menurutnya, kemajuan teknologi memberikan banyak manfaat, tetapi juga dapat menjadi ancaman apabila tidak disertai kemampuan berpikir kritis dan penguatan akhlak.

Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah maraknya penyebaran hoaks dan berbagai informasi yang belum terverifikasi di media sosial. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak mudah menerima maupun menyebarkan informasi tanpa memastikan kebenarannya terlebih dahulu.

Ia menegaskan, prinsip tabayyun atau klarifikasi harus menjadi pegangan dalam menyikapi setiap informasi yang diterima. Selain memeriksa sumber informasi, masyarakat juga perlu melakukan analisis secara cermat agar tidak terjebak pada opini yang menyesatkan.

"Langkah ini sangat krusial untuk menjaga agar akal sehat manusia tidak berkarat dan terjebak dalam lingkaran informasi palsu," katanya Minggu, 5 Juli 2026.

Selain persoalan hoaks, Ustaz Imam juga menyoroti menurunnya rasa malu sebagai salah satu tantangan moral yang dihadapi umat Islam saat ini. Menurutnya, sebagian orang rela mengabaikan kepentingan umum demi kepentingan pribadi atau kelompok, bahkan tidak segan memanfaatkan agama untuk mencapai tujuan tertentu. Padahal, nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial seharusnya menjadi landasan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sebagai upaya memperkuat moralitas, ia mengajak masyarakat menumbuhkan sifat hayah al-imaniyah, yakni rasa malu untuk berbuat maksiat karena kesadaran bahwa Allah Swt. selalu mengawasi setiap perbuatan manusia. "Ketika seseorang meyakini bahwa setiap gerak-gerik dan langkahnya disaksikan oleh Sang Pencipta, maka seluruh anggota badan seperti tangan, kaki, mata, dan lisan akan terjaga dari perbuatan tercela," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....