Sakit dalam Perspektif Agama: Ujian, Penghapus Dosa, dan Penguat Keimanan

  • 12 Mei 2026 07:52 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep – Nikmat terbesar setelah iman adalah sehat. Oleh karena itu setiap saat, setiap waktu kita menginginkan kondisi kita dalam keadaan sehat supaya lancar dan mudah melaksanakan aktivitas keseharian. Hal ini disampaikan Ustadz Ahmad Hudaifah, Penyuluh Muda Kantor Kementerian Agama Kabupaten Sumenep, saat di Mutiara Pagi RRI, Selasa, 12 Mei 2026.

“Diantara permohonan keinginan untuk sehat, tapi di sisi lain juga kita mengalami suatu waktu menjadi sakit dengan kondisi tubuh kita, tentu kita harus memahami bahwa apapun yang terjadi di dunia ini, semuanya adalah atas izin Allah SWT, termasuk sakit. Jadi jangan kemudian mempermasalahkan persoalan-persoalan di luar itu dengan mengatakan karena ini dan karena itu,” terangnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam banyak ajaran Islam disebutkan bahwa rasa sakit dapat menjadi penghapus dosa. Bahkan rasa lelah, sedih, dan penderitaan yang dialami seorang muslim dapat bernilai pahala apabila dijalani dengan kesabaran dan keikhlasan.

Selain itu, sakit juga menjadi momentum bagi seseorang untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah. Saat kondisi tubuh melemah, manusia cenderung lebih banyak berdoa, introspeksi diri, dan menyadari keterbatasannya. “Maka kalau kita ridho dan sabar atas sakit yang diberikn Allah, kalau kita berusaha untuk sembuh, maka itu adalah jalan untuk menggugurkan dosa-dosa dan kesalahan kita,” tambahnya.

Meski demikian, Islam tetap menganjurkan umatnya untuk berikhtiar mencari pengobatan. Berobat dipandang sebagai bagian dari usaha manusia, sedangkan kesembuhan tetap datang atas izin Allah. Umat Islam juga dianjurkan menjaga pola hidup sehat sebagai bentuk menjaga amanah tubuh yang diberikan Tuhan.

Dalam kesempatan tersebut, Hudaifah juga mengingatkan untuk tidak memandang sakit hanya sebagai musibah, tetapi juga sebagai sarana memperkuat keimanan dan meningkatkan kepedulian sosial terhadap sesama yang sedang menderita.

Melalui pemahaman tersebut, diharapkan setiap manusia dapat lebih bijak menghadapi sakit, baik yang dialami diri sendiri maupun orang lain, dengan sikap sabar, empati, dan tetap berusaha memperoleh kesembuhan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....