Imam Al-Ghazali Ingatkan 6 Karakter Wanita "Toxic" di Rumah Tangga
- 07 Apr 2026 08:00 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Pembahasan mengenai karakter dalam memilih pasangan kembali menjadi perhatian dalam kajian keislaman. Sejumlah ulama klasik termasuk Imam Al-Ghazali menekankan pentingnya memahami akhlak sebelum membangun rumah tangga. Dalam karyanya Ihya Ulumuddin dijelaskan adanya beberapa sifat yang perlu diwaspadai. Nasihat ini berasal dari hikmah ulama terdahulu yang menggambarkan karakter tertentu yang berpotensi memicu persoalan dalam keluarga.
Sifat pertama adalah anana yaitu perempuan yang gemar mengeluh dan membesar-besarkan masalah. Sikap ini dinilai dapat merusak keharmonisan karena cenderung melihat kehidupan secara negatif serta kurang mensyukuri keadaan. Kedua adalah mananah yakni kebiasaan mengungkit kebaikan yang pernah dilakukan. Dalam ajaran Islam perbuatan ini dapat menghapus nilai kebaikan karena disertai sikap menyakiti perasaan pasangan.
| Baca juga: Tidak Semua Perkataan Harus Didengarkan |
Menurut Dina Nur Wulandari Penyuluh Agama Islam Kantor Kemenag Kab. Sumenep saat berdialog Mutiara Pagi Selasa 7 April 2026, Nabi Muhammad SAW saat diperlihatkan kondisi neraka. Para sahabat kemudian bertanya apakah hal itu disebabkan karena kekufuran kepada Allah SWT. "Namun Rasulullah menegaskan bahwa yang dimaksud bukan kufur dalam akidah. Melainkan sikap tidak menghargai kebaikan suami serta sering mengingkari nikmat yang telah diberikan" ucapnya.
Dalam penjelasan hadis tersebut disebutkan bahwa seorang suami bisa saja berbuat baik dalam waktu lama. Namun ketika terjadi satu kesalahan kecil, kebaikan itu seolah tidak pernah ada di mata pasangannya. " ujarnya.
Ketiga adalah hannanah yaitu membandingkan suami dengan laki-laki lain. Perilaku ini dinilai dapat melukai perasaan dan merusak kepercayaan dalam hubungan rumah tangga. Keempat adalah haddaqah yaitu sifat konsumtif dan mudah tergiur dengan milik orang lain. Sikap ini berpotensi menimbulkan pemborosan serta ketidakmampuan mengelola keuangan keluarga.
Kelima adalah barraqah yaitu berlebihan dalam berhias dan berdandan. Dalam Islam berhias diperbolehkan namun dianjurkan secara wajar dan tidak berlebihan serta memiliki niat yang baik. Sementara sifat terakhir adalah syaddaqah yakni terlalu banyak bicara atau cerewet. Sikap ini jika tidak dikendalikan dapat memicu konflik dan mengganggu keharmonisan rumah tangga.
Meski demikian para ulama menekankan bahwa nasihat ini bukan untuk menyudutkan perempuan. Nilai yang ingin disampaikan adalah pentingnya menjaga akhlak dan keseimbangan sikap dalam membangun keluarga yang sakinah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....