Tidak Semua Perkataan Harus Didengarkan
- 09 Feb 2026 19:06 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Allah Swt. memberikan orang tubuh yang lengkap kepada kita agak kita dapat menggunakannya untuk memberikan manfaat terhadap orang lain. Allah memberi kita mata untuk melihat hal-hal yang baik dan bermanfaat. Begitu pula dengan telinga. Allah memberi kita telinga untuk mendengarkan hal-hal yang baik.
Bagi mereka yang dianugerahkan pendengaran yang sempurna, tentu ia akan dapat mendengar perkataan orang lain. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua perkataan harus kita dengarkan. Menurut Imam Al Ghazali, sebuah perkataan itu ibarat makanan. Pembicaraan seseorang bagaikan obat jika ia membuat kita tenang dan membangkitkan semangat untuk melakukan kebaikan, seperti perkataan yang penuh hikmah dan sehat di dalamnya.
Namun, di antara perkataan orang lain ada yang sifatnya seperti penyakit. Artinya perkataan tersebut berbahaya bagi diri kita. Ada perkataan-perkataan yang harus kita hindari demi kesehatan mental dan menghindari dosa yang diakibatkan oleh perkataan-perkataan yang buruk, semisal ghibah atau membicarakan keburukan orang lain. Hal tersebut diungkapkan Ustaz Izzul Muttaqin, Penyuluh Agama Islam Kantor Kemenag Sumenep dalam Mutiara Pagi, Sabtu, 7 Februari 2026.
"Imam Ghazali mengingatkan mengapa kita harus menjaga diri dari perkataan yang tidak baik karena orang yang mendengarkan perkataan yang mengandung ghibah didalamnya adalah teman dari orang yang berbicara," ujarnya menjelaskan.
Artinya, jika pembicaraannya baik dan mengandung pahala, maka yang mendengarkannnya pun juga ikut baik dan mendapat pahalanya. Begitu pula sebaliknya. Jika yang dibicarakan adalah hal yang tidak baik, bahkan menggunjingkan orang lain, maka teman bicaranya yang mendengarkan akan ikut menanggung dosa yang sama.
Ustaz Izzul mengatakan, jika suatu perkataan itu bermanfaat dan bahkan berpahala, kita dengarkan. Namun jika perkataan itu mengandung maksiat, maka segeralah kita tinggalkan. Sebab orang yang membicarakan keburukan orang lain diibaratkan sama dengan memakan bangkai saudaranya sendiri. Naudzubillahi min dzalik.
Terakhir, Ustaz Izzul berpesan pentingnya selektif dalam memilah-milah perkataan. Bagaimana agar kita bijak dalam memilah setiap perkataan. Apa yang harus kita ambil, mana yang harus kita hindari. Ketika semua perkataan kita masukkan begitu saja ke dalam hati, maka hati kita akan lelah dan tak sanggup untuk memikulnya bahkan akan menjadi beban dalam kehidupan kita. Oleh karena itu, ambillah saja perkataan yang bermanfaat dan bijaklah dalam menentukan, karena tidak semua perkataan harus didengarkan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....