Tradisi Lebaran Ketupat di Madura, Momentum Kebersamaan dan Syukur Masyarakat

  • 25 Mar 2026 22:21 WIB
  •  Sumenep

RRI.CO.ID, Sumenep - Masyarakat Madura memiliki beragam kebiasaan khas dalam merayakan Lebaran Ketupat yang digelar sepekan setelah Idul Fitri. Tradisi ini tidak hanya menjadi ajang berkumpul, tetapi juga mencerminkan nilai religius dan sosial yang kuat.

Sebelum perayaan, sebagian besar masyarakat terlebih dahulu menjalankan puasa sunnah enam hari di bulan. Lebaran Ketupat kemudian menjadi penanda berakhirnya rangkaian ibadah tersebut.

Pada hari perayaan, warga menyiapkan ketupat sebagai hidangan utama yang disajikan bersama lauk khas seperti opor ayam, sate, dan gulai. Makanan ini tidak hanya dinikmati bersama keluarga, tetapi juga disuguhkan kepada tamu yang datang berkunjung.

Tradisi silaturahmi juga menjadi bagian penting dalam perayaan ini. Masyarakat saling mengunjungi rumah keluarga, kerabat, hingga tetangga untuk mempererat hubungan dan menjaga keharmonisan sosial.

Selain itu, sejumlah daerah di Madura menggelar doa bersama dan selamatan desa sebagai bentuk ungkapan rasa syukur. Kegiatan ini diikuti oleh warga secara gotong royong dan penuh kebersamaan.

Tidak hanya itu, beberapa wilayah turut memeriahkan Lebaran Ketupat dengan kegiatan budaya seperti arak-arakan dan hiburan rakyat. Tradisi berbagi makanan kepada sesama juga masih terus dijaga sebagai wujud kepedulian sosial.

Dengan berbagai kebiasaan tersebut, Lebaran Ketupat di Madura tidak hanya menjadi perayaan kuliner, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai kebersamaan, keagamaan, dan kearifan lokal yang telah diwariskan secara turun-temurun.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....