Hari Supersemar: Peristiwa Penting dalam Sejarah Indonesia
- 05 Mar 2026 20:53 WIB
- Sumenep
RRI.CO.ID, Sumenep - Hari Supersemar diperingati setiap 11 Maret sebagai momentum penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Peringatan ini berkaitan dengan terbitnya Surat Perintah Sebelas Maret atau yang dikenal dengan Supersemar pada tahun 1966.
dilansir dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Tangerang, peristiwa tersebut terjadi setelah kondisi politik Indonesia tidak stabil pasca peristiwa G30S/PKI pada 1 Oktober 1965. Situasi negara saat itu semakin memburuk, bahkan inflasi disebut mencapai lebih dari 600 persen.
Dalam kondisi tersebut, Menteri/Panglima Angkatan Darat Letjen Soeharto meminta surat perintah kepada Presiden Soekarno untuk mengatasi konflik yang terjadi. Permintaan itu kemudian disampaikan melalui tiga jenderal Angkatan Darat.
Ketiga jenderal tersebut adalah Brigjen Amir Machmud, Brigjen M. Yusuf, dan Mayjen Basuki Rachmat. Mereka menemui Presiden Soekarno di Istana Bogor pada 11 Maret 1966 dan membawa surat yang kemudian ditandatangani presiden.
Surat yang kemudian dikenal sebagai Supersemar itu memberikan wewenang kepada Soeharto untuk mengambil tindakan yang dianggap perlu. Tujuannya adalah mengatasi situasi keamanan yang buruk dan memulihkan stabilitas negara.
Peristiwa Supersemar kemudian menjadi salah satu tonggak penting dalam perjalanan politik Indonesia. Peristiwa ini juga dikenal sebagai awal perubahan kekuasaan yang mengarah pada lahirnya pemerintahan Orde Baru.
Sejak saat itu, 11 Maret dikenang sebagai Hari Supersemar. Peringatan ini menjadi bagian dari sejarah bangsa yang menandai peristiwa penting dalam perjalanan politik Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....