Dukung Swasembada Pangan, DKPP Sumenep Terapkan Metode SRI
- 29 Nov 2025 15:08 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep : Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Sumenep kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Melalui gerakan tanam padi yang digelar di Desa Baraji, Kecamatan Gapura, DKPP bersama Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Gapura mengajak para petani, khususnya Kelompok Tani Maju Jaya, untuk menerapkan metode System of Rice Intensification (SRI) sebagai teknologi budidaya unggulan yang dinilai mampu meningkatkan produktivitas padi secara signifikan.
Kepala DKPP Sumenep, Chainur Rasyid, menyampaikan bahwa metode SRI memiliki banyak keunggulan dibandingkan cara tanam konvensional. Salah satu keunggulan utamanya adalah penggunaan bibit muda yang lebih produktif.
| Baca juga: Polisi Dampingi Peternak Bebek di Bluto |
"Jadi metode ini, yaitu penanaman padi dengan sistem of rice intensification, ada banyak sekali keunggulannya. Pertama dengan menanam bibit di usia muda, yaitu 15 hari setelah sebar (HSS), memungkinkan masa produktif bibit itu akan jauh lebih bagus," ujar Chainur Rasyid, Sabtu (29/11/2025).
Menurutnya, bibit muda yang ditanam di lahan sawah berpotensi menghasilkan jumlah anakan yang jauh lebih banyak dibanding metode biasa yang menggunakan bibit berusia sekitar 30 HSS.

"Setelah bibit ini ditanam di lahan sawah, akan menghasilkan anakan yang sangat banyak dibandingkan metode persemaian yang biasa dilakukan oleh petani pada usia 30 hari setelah sebar," ujarnya menambahkan.
Sementara itu, KJF Penyuluh Pertanian DKPP Sumenep, Dewo Ringgih menambahkan, banyaknya jumlah anakan sangat berpengaruh pada jumlah bulir atau malai tanaman, sehingga pada akhirnya berdampak pada peningkatan hasil panen.
"Keunggulan lainnya adalah dengan banyaknya anakan, produktivitas tanaman juga semakin tinggi. Ini salah satu cara meningkatkan produktivitas selain menggunakan bibit unggul, yakni dengan metode sistem of rice intensification," ucap Dewo.
Gerakan tanam padi bersama petani Kelompok Tani Maju Jaya ini diharapkan menjadi contoh sekaligus mendorong petani di wilayah lain untuk mengadopsi metode SRI. DKPP Sumenep menargetkan penerapan teknologi budidaya ini mampu memperkuat ketahanan pangan daerah serta meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....