Penyuluh Pertanian Sumenep Kawal Petani Capai Swasembada Pangan
- 06 Nov 2025 14:58 WIB
- Sumenep
KBRN, Sumenep : Para Penyuluh Pertanian di Kabupaten Sumenep terus memperkuat peran pendampingan terhadap petani dalam mendukung program pemerintah menuju swasembada pangan nasional. Sebanyak 149 penyuluh yang tersebar di 27 kecamatan, secara aktif melakukan pengawalan terhadap seluruh aktivitas pertanian, mulai dari budidaya tanaman pangan hingga pengembangan komoditas perkebunan unggulan.
Kepala Jabatan Fungsional (KJF) Penyuluh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Sumenep, Dewo Ringgih mengatakan, para penyuluh tidak hanya fokus pada tanaman pangan seperti padi dan jagung, tetapi juga turut mendampingi petani dalam pengembangan komoditas perkebunan strategis seperti kelapa dan mente.
“Penyuluh pertanian terus melakukan pendampingan dan pengawalan terhadap semua aktivitas yang dilakukan oleh petani, baik dalam sektor tanaman pangan seperti padi dan jagung, maupun komoditas unggulan lainnya termasuk kelapa dan mente. Komoditas ini menjadi bagian penting setelah tercapainya swasembada pangan nasional,” ujar Dewo, Kamis (6/11/2025).
Dewo menjelaskan, saat ini pihaknya juga tengah melakukan pendampingan pembuatan pupuk bokasi, untuk tanaman kelapa. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesuburan tanah sekaligus mendukung produktivitas perkebunan kelapa di wilayah Sumenep.

“Kami sedang melakukan pendampingan kepada petani dalam pembuatan pupuk bokasi untuk pohon kelapa. Ini penting agar tanah lebih subur dan hasil panen meningkat. Program ini sejalan dengan arah kebijakan nasional di sektor perkebunan,” ujarnya menambahkan.
Lebih lanjut, Dewo menambahkan bahwa kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan RI) juga mendorong penguatan peran penyuluh pertanian secara nasional. Salah satu langkah strategisnya adalah penarikan penyuluh dari daerah untuk diangkat menjadi pegawai pusat.
“Saat ini pemerintah melalui Kementerian Pertanian sedang melakukan penarikan Penyuluh Pertanian se-Indonesia untuk dijadikan pegawai pusat. Ada sekitar 39 ribu penyuluh yang akan berproses menjadi Penyuluh Pertanian Kementerian Republik Indonesia,” ucapnya.
Menurutnya, kebijakan tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi dan konsistensi program penyuluhan di seluruh daerah, termasuk dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan.
“Dengan langkah ini, diharapkan penyuluh bisa semakin optimal dalam mendampingi petani dan memastikan program swasembada pangan berjalan secara berkelanjutan di seluruh wilayah,” ucap Dewo di akhir pernyataan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....