Pemprov Papua Barat Daya Lepas 74 OAP Magang di 24 Perusahaan
- 05 Okt 2026 12:03 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melepas 74 Orang Asli Papua (OAP) untuk mengikuti program pemagangan di 24 perusahaan selama kurang lebih tiga bulan.
Pelepasan peserta berlangsung di Ayla City View Hotel Kota Sorong, Senin, 5 Oktober 2026, dan dibuka oleh Pj. Sekretaris Daerah Papua Barat Daya, Dr. Drs. Yakob Kareth, M.Si.
Yakob Kareth mengatakan pemagangan merupakan proses pembelajaran untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan daya saing peserta agar lebih siap memasuki dunia kerja.
Menurutnya, pendidikan formal perlu dilengkapi dengan keterampilan dan pengalaman kerja karena dunia usaha memiliki kualifikasi tertentu dalam merekrut tenaga kerja.
Ia berharap peserta memanfaatkan program tersebut untuk meningkatkan kompetensi, memperoleh pengalaman kerja nyata, serta memiliki kemampuan yang dapat membuka peluang kerja dan meningkatkan perekonomian keluarga.
Yakob Kareth juga mendorong peserta untuk membangun kemandirian dan kewirausahaan sehingga tidak hanya bergantung pada lapangan kerja yang disediakan pemerintah.
"Saya ingatkan kepada para peserta untuk menjaga etika, toleransi dan hubungan baik selama berada di lingkungan kerja,"ujar Yakob.
Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi dan Sumber Daya Mineral Papua Barat Daya, Suroso, S.IP., M.A., mengatakan 74 peserta tersebut berasal dari berbagai bidang keterampilan.
Peserta di antaranya ditempatkan sebagai tenaga satuan pengamanan, welder, perhotelan, operator ekskavator, operator forklift, operator mobile crane dan rigger.
“Jumlah peserta magang sebanyak 74 orang dari berbagai macam bidang,” ujar Suroso.
Suroso menjelaskan, para peserta ditempatkan di 24 perusahaan, termasuk sejumlah BUMN dan perbankan seperti Pertamina EP, PT Pelindo, Indonesia Power PLN, Bank Mandiri, Bank BNI dan Bank Papua.
Selain itu, terdapat sejumlah perusahaan lokal yang turut menjadi mitra dalam program pemagangan.
Menurut Suroso, seluruh peserta merupakan OAP karena program tersebut dibiayai menggunakan Dana Otonomi Khusus.
Ia meminta peserta memanfaatkan tiga bulan pemagangan dengan serius dan tidak menganggapnya sekadar program pemerintah. Peserta diminta menunjukkan disiplin, etos kerja dan kemauan belajar agar memiliki peluang direkrut oleh perusahaan tempat mereka magang.
Suroso menyebutkan, peserta pemagangan tahun sebelumnya telah ada yang direkrut oleh perusahaan setelah menyelesaikan program.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....