SPPG 3T MBG Mulai Beroperasi di Papua Barat Daya, Sasar Wilayah Terpencil
- 02 Okt 2026 14:25 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperluas ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk di Provinsi Papua Barat Daya.
Salah satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) 3T di Papua Barat Daya menjadi bagian dari peluncuran serentak ratusan SPPG 3T di berbagai wilayah Indonesia.
Kepala Biro Sumber Daya Manusia dan Organisasi (SDMO) Badan Gizi Nasional (BGN), Rahman Rajab, mengatakan pembukaan SPPG tersebut telah melalui proses verifikasi sebelum diluncurkan secara serentak.
Peluncuran dilakukan di 16 provinsi dan 116 kabupaten/kota sebagai bagian dari perluasan layanan MBG, khususnya ke wilayah yang membutuhkan.
Di Papua Barat Daya, terdapat sekitar 15 SPPG 3T yang menjadi bagian dari perluasan layanan MBG, terdiri dari 1 SPPG mitra Mandiri dan 14 SPPG 3T yang tersebar di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Sorong, Maybrat, Tambrauw dan daerah lainnya.
Rahman menjelaskan jumlah penerima manfaat di setiap SPPG berbeda-beda, bergantung pada kondisi penduduk, jumlah sekolah, peserta didik, serta kelompok sasaran di masing-masing wilayah.
Salah satu SPPG 3T, misalnya, hanya melayani sekitar 107 penerima manfaat. Kondisi tersebut disebabkan jumlah penduduk yang terbatas serta hanya terdapat satu sekolah dan satu PAUD dengan jumlah peserta didik yang relatif sedikit.
Meski jumlah penerima manfaat terbatas, menurut Rahman, keberadaan SPPG tetap penting karena negara harus memastikan program MBG dapat menjangkau seluruh anak yang membutuhkan.
“Walaupun dia jumlahnya sedikit, tetapi dia memang membutuhkan. Di situlah negara hadir melalui Badan Gizi Nasional,” ujar Rahman.
Penerima manfaat SPPG 3T tidak hanya berasal dari kalangan peserta didik. Tenaga pendidik juga menjadi bagian dari penerima manfaat program.
Selain itu, kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di bawah usia lima tahun, juga menjadi sasaran program MBG.
Di salah satu SPPG yang diperkenalkan, tercatat sekitar 64 tenaga pendidik sebagai penerima manfaat. Sementara penerima lainnya berasal dari kelompok 3B.
Rahman mengatakan perluasan SPPG 3T merupakan bagian dari upaya pemerintah memastikan layanan MBG dapat menjangkau masyarakat di wilayah dengan tantangan geografis dan keterbatasan akses.
Menurutnya, jumlah penerima manfaat yang sedikit tidak menjadi alasan untuk mengabaikan suatu wilayah apabila masyarakat di daerah tersebut memang membutuhkan program MBG.
Setelah peluncuran tahap awal, pembukaan SPPG 3T akan dilanjutkan secara bertahap dengan tetap mengikuti prosedur, persyaratan, dan hasil verifikasi yang ditetapkan BGN.
Dengan perluasan tersebut, program MBG diharapkan tidak hanya terpusat di wilayah perkotaan, tetapi juga dapat menjangkau anak-anak serta kelompok masyarakat di pelosok dan kampung-kampung Papua Barat Daya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....