Robert Kardinal Soroti Dugaan Prostitusi Online dan HIV/AIDS di Kota Sorong
- 01 Okt 2026 10:09 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Papua Barat Daya, Robert Joppy Kardinal menyoroti dugaan praktik prostitusi online serta persoalan HIV/AIDS di Kota Sorong yang menurutnya perlu mendapat perhatian bersama.
Hal tersebut disampaikan Robert saat dikonfirmasi RRI, Rabu, 30 September 2026.
Robert menduga praktik prostitusi online masih terjadi di Kota Sorong dengan memanfaatkan aplikasi percakapan, salah satunya MiChat.
“Ini dengan teknologi canggih, banyak yang menjual diri di Kota Sorong melalui MiChat,” kata Robert.
Ia menyebut dugaan aktivitas tersebut juga terjadi di sejumlah hotel dengan tarif yang relatif terjangkau.
Robert meminta persoalan tersebut tidak hanya menjadi perhatian aparat penegak hukum, tetapi juga melibatkan tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan dan kepala suku.
Menurutnya, keterlibatan berbagai unsur masyarakat diperlukan untuk memperkuat upaya pencegahan persoalan sosial yang terjadi di Kota Sorong.
Selain dugaan prostitusi online, Robert turut menyoroti persoalan HIV/AIDS. Ia menyebut berdasarkan data yang diketahuinya, jumlah kasus HIV/AIDS di Kota Sorong telah mencapai lebih dari 4.000 kasus.
Namun, Robert memperkirakan jumlah sebenarnya dapat lebih tinggi dari angka yang telah terdata.
“Kemarin sudah 4.000 lebih. Itu yang terdata. Kalau menurut saya sih tiga kali lipat,” ujarnya.
Pernyataan mengenai jumlah tersebut merupakan informasi dan perkiraan yang disampaikan Robert. Data tersebut perlu dikonfirmasi lebih lanjut kepada instansi kesehatan yang berwenang untuk memastikan jumlah kasus yang tercatat dan kondisi terkini.
Robert menilai persoalan HIV/AIDS dan dugaan prostitusi online membutuhkan perhatian bersama karena berkaitan dengan kesehatan dan kehidupan sosial masyarakat.
Ia berharap setiap pertemuan tokoh agama, tokoh adat, tokoh perempuan dan kepala suku dapat menjadi ruang untuk mengingatkan masyarakat mengenai berbagai persoalan tersebut.
“Jadi bukan pihak kepolisian saja. Minta supaya semua tokoh-tokoh agama khususnya, para kepala-kepala suku, tokoh adat, tokoh perempuan, semua bersama-sama membicarakan hal ini supaya Kota Sorong menjadi bersih,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....