Dukung Pertanian Berkelanjutan, Rumah Persemaian Bina Brawijaya Hadir di Klamono

  • 22 Sep 2026 09:31 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong — Kampung Persiapan Klawosom, Distrik Klamono, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, memiliki fasilitas baru untuk mendukung pengembangan pertanian berkelanjutan. Rumah Persemaian Tangguh Iklim “Bina Brawijaya” resmi diresmikan pada Sabtu 19 September 2026

Peresmian rumah persemaian tersebut menjadi bagian awal dari upaya penguatan Sistem Agroforestri Intensif di kawasan Transmigrasi Klamono-Segun. Program tersebut digagas oleh Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 4 bekerja sama dengan Kementerian Transmigrasi Republik Indonesia dan DRPM Universitas Brawijaya. Kehadiran fasilitas ini diarahkan untuk mendampingi kelompok tani dalam meningkatkan perekonomian masyarakat melalui penyediaan bibit lokal unggul sekaligus pengelolaan lahan secara berkelanjutan.

Prosesi peresmian ditandai dengan penandatanganan plakat oleh Kepala Disnakertrans ESDM Provinsi Papua Barat Daya, Suroso. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 45 peserta, terdiri atas jajaran dinas terkait, Kepala Distrik Klamono Oktofianus Kolin, Tim Pendamping TEP 4, serta perwakilan kelompok tani setempat.

Ketua TEP 4, Syamsul Arifin mengatakan Rumah Persemaian “Bina Brawijaya” tidak hanya dirancang sebagai tempat pembibitan tanaman, tetapi juga menjadi ruang belajar bersama bagi masyarakat. Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas kelompok tani dalam mengelola sumber daya lahan secara lebih adaptif terhadap dinamika iklim dan perubahan lingkungan.

Pengembangan program juga dilakukan dengan melibatkan masyarakat secara langsung melalui Focus Group Discussion (FGD). Sejumlah kelompok tani lokal, di antaranya Kuk Mala Fai Tunas Muda, Olom Fagu, dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinagi, menyampaikan kebutuhan serta harapan mereka agar program yang dijalankan sesuai dengan kondisi dan kebutuhan masyarakat.

Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pendamping, dan masyarakat diharapkan mampu memberikan manfaat jangka panjang, khususnya dalam mewujudkan kemandirian bibit serta menjaga keberlanjutan lahan pertanian di Klawosom.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Workshop Grafting atau teknik sambung tanaman. Kegiatan ini menjadi pengetahuan baru bagi sebagian peserta, namun rasa ingin tahu membuat kelompok tani mengikuti pelatihan dengan antusias hingga selesai.

Selain mendapatkan penjelasan dan menyaksikan demonstrasi, peserta dari kelompok tani Kuk Mala Fai Tunas Muda, Olom Fagu, dan KWT Sinagi juga diberikan kesempatan mempraktikkan teknik grafting secara langsung dengan pendampingan Tim Ekspedisi Patriot 4.

Melalui praktik tersebut, masyarakat diperkenalkan pada teknik memperbanyak tanaman buah unggul dengan memadukan batang bawah yang memiliki kemampuan adaptasi dengan entres dari tanaman induk yang mempunyai karakter unggul.

Teknik grafting menjadi salah satu alternatif perbanyakan tanaman buah karena dapat menghasilkan tanaman yang berpotensi lebih cepat memasuki masa berbuah dibandingkan tanaman yang berasal dari biji, sekaligus mempertahankan karakter unggul dari tanaman induknya.

Kehadiran Rumah Persemaian “Bina Brawijaya” dan pelaksanaan pelatihan diharapkan menjadi langkah awal dalam memperkuat kapasitas petani sekaligus mendorong pengembangan agroforestri yang berkelanjutan di kawasan Klamono-Segun. (Rilis)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....