Kadis LH PBD Bahas Pendanaan Lingkungan, Dirut BPDLH Siap Hadiri Papeda Summit

  • 14 Agt 2026 19:38 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, melakukan koordinasi dan konsultasi dengan Direktur Utama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH), Joko Tri Haryanto, di Jakarta, Jumat, 14 Agustus 2026.

Pertemuan tersebut membahas sejumlah agenda terkait kebijakan, rencana dan program pengelolaan lingkungan hidup, termasuk persiapan Papeda Summit yang akan digelar Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya.

Julian Kelly Kambu yang juga dipercaya sebagai Ketua Panitia Papeda Summit mengatakan, pertemuan dengan jajaran BPDLH sekaligus dilakukan untuk mengundang Joko Tri Haryanto menjadi salah satu narasumber dalam forum tersebut.

DLH PBD Koordinasi dan konsultasi dengan Direktur Utama Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup

“Hari ini kami melakukan koordinasi dan konsultasi kepada Bapak Direktur Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup bersama jajaran di Jakarta untuk berdiskusi terkait rencana Papeda Summit sekaligus meminta kesediaan beliau untuk hadir sebagai salah satu narasumber,” kata Julian.

Menurutnya, Direktur Utama BPDLH telah menyatakan kesediaannya untuk hadir dan memberikan materi mengenai mekanisme pendanaan lingkungan hidup, pengelolaan dana iklim serta peluang memperoleh pendanaan untuk mendukung program-program pembangunan berkelanjutan.

Julian menyebut sejumlah isu strategis yang akan dibahas antara lain pendanaan iklim, perdagangan karbon, FOLU, pengelolaan sampah hingga pemberdayaan masyarakat melalui pemanfaatan dana iklim.

Selain itu, dalam pertemuan tersebut turut dibahas gagasan pembentukan Cenderawasih Fund sebagai salah satu skema pendanaan berkelanjutan yang dapat dikelola untuk kepentingan lintas generasi.

“Kita perlu berpikir bersama sebuah konsep yang baik, misalnya rencana pembentukan Cenderawasih Fund atau dengan nama lain, sehingga ada dana yang bisa dikumpulkan dan dikelola dengan baik serta bisa dikelola lintas generasi,” ujarnya.

Ia menjelaskan, gagasan tersebut berangkat dari pemikiran bahwa kekayaan sumber daya alam yang dimiliki Papua pada akhirnya memiliki keterbatasan. Karena itu, menurutnya, pemanfaatan sumber daya alam saat ini harus tetap mempertimbangkan hak dan manfaat yang dapat diterima generasi mendatang.

“Kalau hari ini kita bangga dengan kekayaan sumber daya alam kita, tetapi kekayaan sumber daya alam ini satu hari akan habis juga. Bagaimana dengan generasi selanjutnya? Apakah mereka bisa mendapatkan nilai manfaat dari sumber daya alam yang hari ini dikelola?” katanya.

Papeda Summit, lanjut Julian, diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara pemerintah, mitra pembangunan dan masyarakat untuk merumuskan kebijakan, rencana serta program pembangunan yang berkelanjutan bagi Tanah Papua.

Sementara itu, sehari sebelumnya Julian juga mendampingi Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dalam pertemuan dengan Menteri Kehutanan. Dalam kesempatan tersebut, turut disampaikan undangan kepada Menteri Kehutanan untuk menghadiri Papeda Summit sekaligus menyerahkan Surat Keputusan (SK) Hutan Adat.

Julian mengatakan, kehadiran Menteri Kehutanan diharapkan dapat memperkuat pembahasan berbagai persoalan sektor kehutanan di Papua Barat Daya, termasuk persoalan tata ruang dan sertifikat yang berada di dalam kawasan hutan.

Menurutnya, evaluasi terhadap Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) menjadi bagian penting untuk memberikan kepastian dalam pemanfaatan ruang, termasuk bagi dunia usaha.

“Kita mengevaluasi RTRW sehingga tidak mengganggu investasi. Investasi tetap kita dukung, tetapi investasi harus ada kepastian pemanfaatan ruang dan nilai manfaatnya bagi masyarakat, kemudian bagaimana kebermanfaatan dan keberlanjutannya,” ujar Julian.

Ia menegaskan, pembangunan di Papua Barat Daya harus diarahkan pada keseimbangan antara investasi, pemanfaatan sumber daya alam, kepentingan masyarakat dan keberlanjutan lingkungan.

Melalui Papeda Summit, Pemprov Papua Barat Daya berharap berbagai pemangku kepentingan dapat duduk bersama untuk menghasilkan formula kebijakan dan program yang tidak hanya menjawab kebutuhan saat ini, tetapi juga memberikan manfaat bagi generasi yang akan datang.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....