PMI Kabupaten Sorong Perketat Screening Darah dengan Teknologi CLIA

  • 21 Sep 2026 13:26 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - PMI Kabupaten Sorong memperketat pemeriksaan terhadap darah pendonor sebelum didistribusikan kepada pasien. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan menggunakan teknologi pemeriksaan CLIA untuk mendeteksi penyakit yang dapat ditularkan melalui transfusi darah.

Kepala UDD PMI Kabupaten Sorong, dr. Augustinus Luther, mengatakan setiap darah yang akan digunakan untuk transfusi harus melalui proses pemeriksaan yang ketat.

Ia menjelaskan, terdapat sejumlah penyakit yang menjadi perhatian dalam pemeriksaan darah, di antaranya HIV/AIDS, sifilis, hepatitis B dan hepatitis C.

Selain itu, malaria juga menjadi perhatian mengingat Papua merupakan wilayah dengan kasus malaria yang masih ditemukan.

“Memang dibutuhkan screening yang luar biasa ketatnya,” kata Augustinus.

Menurutnya, pemeriksaan tersebut penting karena seseorang yang berada dalam masa jendela atau window period suatu infeksi dapat terlihat sehat secara fisik, meskipun sebenarnya telah terpapar penyakit tertentu.

Untuk meningkatkan akurasi pemeriksaan, PMI Kabupaten Sorong telah menggunakan teknologi CLIA. Augustinus menjelaskan, teknologi tersebut memiliki kemampuan mendeteksi infeksi lebih cepat dibandingkan metode rapid test tertentu.

“Kalau rapid, misalnya ada orang yang kontak dengan penderita, beberapa waktu kemudian baru bisa ketahuan. Dengan alat CLIA kami, kurang lebih tujuh sampai 14 hari sudah bisa terdeteksi,” ujarnya.

Ia mengatakan peralatan pemeriksaan tersebut menjadi salah satu fasilitas penting dalam memastikan keamanan darah sebelum diberikan kepada pasien.

Augustinus juga menjelaskan bahwa terdapat teknologi pemeriksaan lain yang tingkat sensitivitasnya lebih tinggi, yakni NAT (Nucleic Acid Testing). Namun, teknologi tersebut membutuhkan biaya yang jauh lebih besar.

“Di atas CLIA ada namanya NAT, itu jauh lebih hebat lagi, tetapi mahal,” jelasnya.

Ia menegaskan, seluruh tahapan pemeriksaan tersebut merupakan bagian dari prosedur yang harus dilalui sebelum darah dapat didistribusikan.

Menurutnya, masyarakat tidak perlu menganggap proses pemeriksaan sebagai hambatan, melainkan sebagai bagian penting untuk memastikan darah yang diberikan kepada pasien memenuhi aspek keamanan transfusi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....