Pengelolaan Sampah dan Lingkungan di PBD Terbaik se-Papua, Diapresiasi Kemendagri

  • 29 Sep 2026 08:31 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Pengelolaan sampah dan lingkungan hidup di Provinsi Papua Barat Daya meraih penghargaan Terbaik 1 se-Tanah Papua dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah (Pemda) Berprestasi 2026 Batch II Regional Papua.

Penghargaan kategori Pengelolaan Sampah dan Lingkungan Asri tingkat provinsi tersebut diterima langsung Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dalam acara yang digelar di Royal Glasshouse, Park Hyatt, Jakarta, Senin, 28 September 2026.

Penghargaan diserahkan oleh Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan, Jenderal TNI (Purn.) Jamari Caniago. Papua Pegunungan meraih posisi Terbaik 2 pada kategori yang sama.

Atas capaian tersebut, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya mendapatkan apresiasi dari Kementerian Dalam Negeri sebesar Rp2 miliar.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, mengatakan penghargaan tersebut merupakan hasil penilaian pemerintah pusat terhadap berbagai aspek pengelolaan lingkungan dan sampah di daerah.

“Penghargaan ini bukan kebetulan, tetapi ini sebuah penilaian. Dan penilaian ini tidak diintervensi oleh pemerintah daerah,” ujar Julian.

Ia menjelaskan, penilaian mencakup pengelolaan sampah, kualitas lingkungan hidup dan efektivitas program yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Inovasi daerah juga menjadi nilai tambah dalam menghadirkan solusi lingkungan yang kreatif, kolaboratif dan berkelanjutan.

Menurut Julian, dari sisi kebijakan, Papua Barat Daya telah memiliki Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada) Pengelolaan Sampah. Pemerintah provinsi juga tengah mengusulkan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan Sampah.

Selain kebijakan, aspek anggaran menjadi bagian yang dinilai. Julian menyebut pemerintah provinsi tetap memberikan perhatian terhadap pengelolaan sampah dan lingkungan melalui kebijakan anggaran, meski terdapat efisiensi anggaran.

“Walaupun ada efisiensi yang sangat besar, tapi perhatian kepada pengelolaan sampah dan lingkungan itu diberikan porsi yang secukupnya,” katanya.

Julian juga menyoroti Rumah Maggot Keli sebagai salah satu inovasi yang dapat menjadi solusi pengurangan sampah organik. Sampah organik diolah menjadi pakan untuk ikan, ayam dan bebek sehingga memiliki manfaat lanjutan bagi masyarakat.

“Rumah Maggot Keli menjadi solusi dan menjadi inspirasi bagi daerah-daerah lain untuk segera berbenah,” ujarnya.

Ia menegaskan, nilai apresiasi Rp2 miliar bukan menjadi tujuan utama dari capaian tersebut. Menurutnya, penghargaan tersebut lebih penting sebagai pemicu semangat pemerintah daerah untuk terus meningkatkan pengelolaan lingkungan.

“Nilai uang itu hanya pengungkit, pemicu semangat. Tapi bagaimana kerja-kerja kita itu yang penting,” katanya.

Julian berharap capaian tersebut dapat memperkuat komunikasi, koordinasi, kolaborasi dan sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota serta masyarakat dalam menangani persoalan sampah dan lingkungan.

Ia mengatakan pengelolaan sampah perlu dilakukan secara bertahap dari hulu hingga hilir dan mendorong pemerintah daerah untuk terus menghadirkan inovasi.

Julian juga mengingatkan agar penghargaan Terbaik 1 tidak menjadi capaian akhir, tetapi menjadi motivasi untuk mempertahankan kinerja pada tahun berikutnya.

“Kalau tahun ini kita dapat juara 1, tahun depan kita tetap mempertahankan. Karena jauh lebih sulit mempertahankan daripada memperjuangkan itu,” ujarnya.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....