Fredrik Marlisa Pimpin Pertina Kota Sorong, Fokus Pembinaan Petinju Muda

  • 12 Sep 2026 17:56 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Wakil Ketua II DPRP Papua Barat Daya, Fredrik Marlisa, dipercaya memimpin Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Kota Sorong periode 2026–2029. Kepengurusan baru ini menargetkan penguatan pembinaan atlet dan pencetakan petinju muda berprestasi.

Fredrik Marlisa mengatakan, pelantikan pengurus Pertina Kota Sorong bukan sekadar pembentukan struktur organisasi, tetapi menjadi momentum membangun komitmen bersama dalam mengembangkan olahraga tinju di daerah.

“Inti dari semua ini adalah sebuah komitmen bersama, sportivitas yang perlu kita jaga dalam membangun olahraga, terutama tinju yang merupakan olahraga keras sehingga membutuhkan disiplin, komitmen dan sportivitas,” kata Fredrik usai pelantikan di Kota Sorong, Sabtu 12 September 2026.

Ia menjelaskan, salah satu tugas utama kepengurusan Pertina Kota Sorong adalah menjaring petinju-petinju muda amatir untuk dibina dan diarahkan menuju jenjang prestasi yang lebih tinggi.

Menurutnya, pembinaan atlet harus dilakukan secara berjenjang dan berkelanjutan, tidak hanya bergantung pada pelaksanaan kegiatan atau kejuaraan tertentu.

“Pembinaan prestasi ini harus berjenjang, tidak hanya event kemudian selesai. Itu menjadi bagian dari misi kami,” ujarnya.

Sinergi Pemangku Kepentingan

Fredrik menekankan pentingnya sinergi antara Pertina Kota Sorong, Pertina Provinsi Papua Barat Daya, KONI, pemerintah daerah, serta pemangku kepentingan lainnya dalam menciptakan sistem pembinaan atlet yang berkelanjutan.

Ia berharap koordinasi menghadapi berbagai agenda olahraga ke depan dapat dilakukan secara resmi, sehingga atlet-atlet potensial dari Kota Sorong memperoleh kesempatan untuk dipersiapkan menghadapi kompetisi tingkat daerah maupun nasional.

“Kami sangat siap dan akan membuka diri untuk itu semua. Pembinaan dan prestasi tidak bisa hanya secara horizontal, tetapi juga harus vertikal melalui perbincangan dan sinergi seluruh pemangku kepentingan,” katanya.

Fredrik menyebutkan, Kota Sorong memiliki potensi besar dalam olahraga tinju. Berdasarkan data yang disampaikannya, terdapat sekitar 39 sasana tinju yang menjadi wadah latihan para atlet di wilayah tersebut.

Namun, keberadaan sasana tersebut perlu diikuti dengan penyelenggaraan kompetisi secara berkala agar para atlet memiliki ruang untuk mengembangkan kemampuan sekaligus mengukur prestasi.

“Bayangkan hari ini di Kota Sorong kurang lebih ada 39 sasana. Mereka berlatih, tetapi kalau tidak ada event, kasihan. Pada suatu saat bisa jenuh dan bosan,” ujarnya.

Karena itu, ia berharap pemerintah bersama Pertina dapat memikirkan pola pembinaan yang mampu menyalurkan bakat dan talenta atlet muda melalui berbagai kejuaraan, baik tingkat daerah maupun nasional.

Pemkot Sorong Siap Dukung Pembinaan Tinju

Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Sorong, Thamrin Tajudin, mengatakan Pemerintah Kota Sorong siap membangun kemitraan dan kolaborasi dengan kepengurusan Pertina yang baru.

Ia menilai olahraga tinju merupakan salah satu potensi yang perlu mendapatkan perhatian karena memiliki banyak peminat di Kota Sorong.

“Kita melihat latihan tinju ini sangat antusias, bahkan sampai di pinggir-pinggir jalan dan pinggir pantai. Ini menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap olahraga tinju,” kata Thamrin.

Menurutnya, pemerintah perlu hadir tidak hanya dalam menyelesaikan persoalan sosial di hilir, tetapi juga menangani akar persoalan dengan menyediakan ruang positif bagi generasi muda untuk mengembangkan minat dan bakat.

Ia berharap Pertina di bawah kepemimpinan Fredrik Marlisa dapat menjadi salah satu wadah pembinaan generasi muda melalui olahraga.

“Pemerintah tidak punya kekuatan sendiri tanpa semua yang hadir di tempat ini, khususnya pengurus Pertina. Besar harapan kami mari kita bekerja sama dan membangun sumber daya manusia di Kota Sorong, khususnya di bidang olahraga,” ujarnya.

Thamrin juga menyatakan akan berkoordinasi dengan Wali Kota Sorong dan Dinas Pemuda dan Olahraga terkait dukungan fasilitas bagi Pertina, termasuk ruang yang dapat digunakan sebagai tempat pertemuan dan kegiatan organisasi.

Ia mengakui pembinaan olahraga tinju membutuhkan dukungan pembiayaan yang tidak sedikit, termasuk penyediaan arena dan perlengkapan bagi atlet.

Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah, KONI, Pertina, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lainnya untuk mendukung keberlangsungan pembinaan atlet.

“Kami senantiasa terbuka untuk menerima konsultasi dan berdiskusi dengan pemerintah untuk melihat hal-hal konkret bagi pembangunan sumber daya manusia di Tanah Papua,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....