PKKMB 2026, Politeknik Saint Paul Sorong Siapkan 114 Mahasiswa Berdaya Saing Globa
- 07 Sep 2026 17:35 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Politeknik Saint Paul Sorong menyiapkan 114 mahasiswa baru untuk menjadi sumber daya manusia yang unggul, berintegritas, adaptif dan mampu bersaing di tingkat global melalui Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027, Senin, 7 September 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Aula Kampus Politeknik Saint Paul Sorong tersebut menjadi momentum awal bagi mahasiswa mengenal lingkungan perguruan tinggi, sistem pembelajaran, budaya akademik hingga organisasi kemahasiswaan.
PKKMB dibuka Direktur Politeknik Saint Paul Sorong Sonny Rumalutur yang ditandai dengan penabuhan tifa bersama para tamu undangan.
Sonny mengatakan, mahasiswa baru kini memasuki babak kehidupan yang berbeda setelah menyelesaikan pendidikan menengah.
Menurutnya, lingkungan perguruan tinggi akan mempertemukan mahasiswa dengan suasana belajar yang baru, dosen serta teman-teman dari berbagai latar belakang.
Karena itu, mahasiswa perlu memanfaatkan masa awal perkuliahan untuk beradaptasi sekaligus membangun karakter dan kemampuan yang dibutuhkan selama menjalani pendidikan.
Ia menegaskan, tema pembentukan mahasiswa yang unggul, berintegritas, adaptif dan berdaya saing global bukan sekadar slogan, tetapi menjadi arah pembentukan mahasiswa selama berada di Politeknik Saint Paul Sorong.
“Mahasiswa yang unggul bukan hanya mahasiswa yang memperoleh nilai akademik tinggi. Keunggulan juga terlihat dari kemauan untuk belajar, kemampuan berpikir kritis, keterampilan memecahkan masalah dan kesungguhan mengembangkan potensi diri,” ujarnya.
Sonny mendorong mahasiswa agar berani mencoba, tidak malu bertanya dan aktif berdiskusi. Mahasiswa juga diminta tidak mudah menyerah ketika menghadapi berbagai kesulitan dalam proses perkuliahan.
Sebagai perguruan tinggi vokasi, Politeknik Saint Paul Sorong juga menekankan pentingnya kemampuan mahasiswa menghubungkan teori dengan praktik.
Menurut Sonny, keterampilan tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan mahasiswa menghadapi dunia kerja setelah menyelesaikan pendidikan.
“Integritas berarti adanya keselarasan antara pernyataan, sikap dan tindakan. Mulailah dari hal-hal sederhana, seperti mengerjakan tugas dengan jujur, tidak melakukan plagiarisme, menghargai waktu dan berani bertanggung jawab atas kesalahan,” katanya.
Selain kompetensi, integritas menjadi nilai yang harus dibangun sejak mahasiswa berada di lingkungan kampus. Mahasiswa diminta membiasakan diri bersikap jujur, bertanggung jawab, disiplin, menghargai orang lain dan menaati aturan akademik.
Sementara itu, Asisten II Setda Provinsi Papua Barat Daya Victor Solossa mengatakan, pendidikan memiliki peran strategis dalam mempercepat peningkatan kualitas sumber daya manusia di Papua Barat Daya.
Ia mengajak mahasiswa baru memahami bahwa pendidikan merupakan proses yang tidak pernah berhenti dan harus dimanfaatkan untuk terus meningkatkan kapasitas diri.
Menurut Victor, perguruan tinggi menjadi salah satu ruang penting untuk membentuk generasi yang nantinya mampu memberikan kontribusi terhadap pembangunan daerah.
Ia juga mengingatkan mahasiswa mengenai semangat yang terkandung dalam moto Politeknik Saint Paul Sorong, Omnibus Omnia, yang berarti “Menjadi Segala Sesuatu untuk Semua Orang”.
Victor menyebut mahasiswa yang saat ini menempuh pendidikan di perguruan tinggi merupakan bagian dari sumber daya manusia yang akan menentukan masa depan Papua Barat Daya.
Karena itu, pembangunan sumber daya manusia perlu diarahkan pada tiga aspek penting, yakni menciptakan masyarakat yang cerdas, sehat dan produktif.
“Pendidikan tidak pernah putus dan tidak pernah berakhir. Karena itu, kesempatan yang ada hari ini harus dimanfaatkan sebaik mungkin untuk meningkatkan kapasitas diri,” ujarnya.
Sebanyak 114 mahasiswa baru yang mengikuti PKKMB tersebut berasal dari enam program studi. Rinciannya, Teknik Mesin sebanyak 19 mahasiswa, Teknik Sipil 32 mahasiswa, Teknik Elektro 18 mahasiswa, Rekayasa Komputer dan Jaringan 21 mahasiswa, Akuntansi Keuangan Publik 15 mahasiswa serta Akuntansi Perpajakan sebanyak sembilan mahasiswa.
Melalui PKKMB 2026, Politeknik Saint Paul Sorong tidak hanya memperkenalkan kehidupan kampus kepada mahasiswa baru, tetapi juga menanamkan fondasi karakter, kompetensi dan integritas sebagai bekal untuk menghadapi dunia kerja dan berkontribusi bagi pembangunan Papua Barat Daya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....