KONI PBD Tekankan Kolaborasi untuk Majukan Prestasi Badminton Papua Barat Daya
- 30 Agt 2026 05:46 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Papua Barat Daya menekankan pentingnya kolaborasi seluruh pihak dalam mendorong kemajuan olahraga prestasi, termasuk cabang olahraga badminton.
Hal itu disampaikan Ketua Harian KONI Papua Barat Daya, Origenes Nauw, saat menghadiri penutupan Sorong Open 2026 Badminton Tournament memperebutkan Piala H. Hartono (Songkok Hijau) di GOR Gala Raya, Kota Sorong, Minggu, 30 Agustus 2026.
Origenes memberikan apresiasi kepada PBSI Kota Sorong dan PBSI Papua Barat Daya yang terus mendorong pembinaan olahraga bulu tangkis melalui penyelenggaraan turnamen.
Menurutnya, kompetisi seperti Sorong Open menjadi bagian penting dalam menciptakan ruang bagi atlet untuk mengasah kemampuan sekaligus mengukur perkembangan prestasi.
Ia mengatakan KONI Papua Barat Daya memiliki komitmen untuk mendorong agar pembinaan olahraga prestasi di daerah terus berkembang dan mampu bersaing di berbagai tingkatan.
“KONI Papua Barat Daya di bawah kepemimpinan Bapak Gubernur Elisa Kambu sangat punya komitmen yang besar untuk mendorong supaya pembinaan olahraga prestasi di Papua Barat Daya ini harus maju dan juga nanti bisa berbicara di level regional, nasional, bahkan internasional,” ujar Origenes.
Menurutnya, target tersebut membutuhkan dukungan dari berbagai pihak. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri dalam membangun prestasi olahraga karena proses pembinaan atlet membutuhkan dukungan berkelanjutan.
Karena itu, KONI mendorong pemerintah, masyarakat, organisasi olahraga, dunia usaha dan seluruh stakeholder untuk mengambil bagian dalam pembinaan atlet di Papua Barat Daya.
“Olahraga tidak bisa dibangun oleh pemerintah saja, tidak bisa. Harus kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan seluruh kalangan,” katanya.
Origenes menilai keterlibatan berbagai pihak akan memperkuat ekosistem olahraga di Papua Barat Daya. Dukungan tersebut tidak hanya diperlukan ketika atlet mengikuti pertandingan, tetapi juga sejak proses pencarian bibit, pembinaan, peningkatan kualitas pelatih hingga penyediaan ruang kompetisi.
Ia menyebut olahraga merupakan bagian dari kehidupan masyarakat sehingga pembangunannya menjadi tanggung jawab bersama.
“Karena olahraga ini bagian dari kehidupan dan tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Dalam konteks badminton, Origenes melihat Sorong Open sebagai salah satu bentuk nyata dukungan terhadap pembinaan atlet.
Turnamen yang mempertemukan peserta dari berbagai daerah di Tanah Papua tersebut dinilai memberikan kesempatan kepada atlet lokal untuk mendapatkan pengalaman bertanding dengan lawan dari daerah lain.
KONI Papua Barat Daya berharap kegiatan serupa dapat terus digelar dan semakin berkembang. Dengan kompetisi yang berkelanjutan, atlet-atlet potensial di Papua Barat Daya diharapkan memiliki lebih banyak kesempatan untuk meningkatkan kemampuan dan mengejar prestasi.
Origenes juga mengajak seluruh pengurus cabang olahraga dan stakeholder lainnya untuk membangun sinergi sehingga target Papua Barat Daya untuk berbicara di tingkat regional, nasional bahkan internasional dapat diwujudkan.
Sorong Open 2026 menjadi salah satu contoh bahwa pembinaan olahraga dapat berjalan ketika organisasi olahraga, pemerintah, KONI dan pihak swasta bersama-sama memberikan dukungan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....