Piala H. Hartono Jadi Panggung Bibit Atlet Badminton se-PBD, Total Hadiah Rp100 Juta
- 30 Agt 2026 05:47 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Sorong Open 2026 Badminton Tournament memperebutkan Piala H. Hartono (Songkok Hijau) resmi ditutup di GOR Gala Raya, Kota Sorong, Minggu, 30 Agustus 2026.
Turnamen yang merupakan agenda tahunan PBSI Kota Sorong tersebut menjadi ajang pembinaan sekaligus penjaringan atlet-atlet berbakat dari berbagai daerah di Tanah Papua.
Anggota DPD RI, H. Hartono (Songkok Hijau), mengatakan Sorong Open merupakan inisiatif murni PBSI Kota Sorong yang memiliki peran penting dalam melihat potensi dan peta kekuatan atlet bulu tangkis di Papua Barat Daya.

Ia mengapresiasi PBSI Kota Sorong yang mampu menghadirkan peserta tidak hanya dari wilayah Sorong Raya dan Papua Barat Daya, tetapi juga dari sejumlah daerah di Tanah Papua, seperti Merauke, Papua dan Papua Tengah.
“Ini untuk menjaring atlet-atlet berbakat, atlet pemula, atlet usia remaja yang nanti ke depan bisa menjadi atlet yang membanggakan Papua Barat Daya,” ujarnya.
Menurutnya, keberadaan atlet veteran dalam turnamen tersebut juga menjadi bagian penting dari pembinaan olahraga, khususnya untuk menjaga kebugaran sekaligus memberikan ruang bagi atlet senior untuk tetap aktif.
Hartono yang merupakan anggota DPD RI Komite III yang membidangi olahraga menilai turnamen seperti Sorong Open dapat menjadi bahan evaluasi bagi Papua Barat Daya dalam mempersiapkan atlet menghadapi ajang yang lebih tinggi, termasuk Pekan Olahraga Nasional (PON).
“Dengan open turnamen, setidaknya kita bisa melihat peta. Ketika nanti Papua Barat Daya untuk persiapan PON, untuk seleksi dan seterusnya, bisa melihat kekuatan kita ada di sini,” katanya.
Sementara itu, Ketua Harian KONI Papua Barat Daya, Origenes Nauw, memberikan apresiasi kepada PBSI Kota Sorong dan PBSI Papua Barat Daya serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi mendukung pembinaan olahraga bulu tangkis.

Ia menegaskan KONI Papua Barat Daya di bawah kepemimpinan Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, memiliki komitmen untuk mendorong kemajuan olahraga prestasi di daerah.
“Kita punya komitmen yang besar untuk mendorong supaya pembinaan olahraga prestasi di Papua Barat Daya ini harus maju dan juga nanti bisa berbicara di level regional, nasional, bahkan internasional,” ujarnya.
Menurut Origenes, pembangunan olahraga tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Olahraga tidak bisa dibangun oleh pemerintah saja. Harus kolaborasi pemerintah, masyarakat, dan seluruh kalangan. Karena olahraga ini bagian dari kehidupan dan tanggung jawab bersama,” katanya.
Ketua PBSI Kota Sorong, La Ode Samsir, mengatakan Sorong Open 2026 merupakan penyelenggaraan yang ketiga dan telah menjadi agenda tahunan PBSI Kota Sorong.

Turnamen tahun ini diikuti sekitar 780 peserta dari berbagai daerah di Tanah Papua. Peserta berasal dari kelompok usia, kategori ganda putri, veteran hingga kategori open.
Sejumlah daerah yang turut ambil bagian di antaranya Merauke, Biak, Nabire, Jayapura serta kabupaten/kota di Papua Barat Daya.
Menariknya, La Ode yang juga merupakan Anggota DPRP Papua Barat Daya ini menyebut kategori veteran juga diikuti peserta lanjut usia, bahkan terdapat atlet yang telah berusia 85 tahun.
“Total pesertanya kurang lebih sekitar 780 orang. Itu terdiri dari atlet kelompok usia, kemudian dimeriahkan juga oleh ganda putri ibu-ibu, veteran yang usianya ada 85 tahun, kemudian ada open pemain-pemain atlet yang ada di Papua keseluruhan,” jelas La Ode.
Sorong Open 2026 memperebutkan total hadiah sebesar Rp100 juta. Hadiah tersebut didukung oleh sponsor utama H. Hartono, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, KONI Papua Barat Daya serta sejumlah pihak lainnya.
Dukungan juga datang dari Swiss-Belhotel, All Print dan sejumlah sponsor yang selama ini turut mendukung kegiatan PBSI Kota Sorong.
La Ode berharap penyelenggaraan Sorong Open dapat terus dipertahankan dan dikembangkan sebagai wadah pembinaan atlet bulu tangkis, sekaligus menjadi agenda olahraga yang mampu mempertemukan atlet-atlet terbaik dari seluruh Tanah Papua.
Dengan berakhirnya Sorong Open 2026, PBSI Kota Sorong diharapkan dapat terus melakukan pembinaan berkelanjutan sehingga bibit-bibit muda yang muncul dari turnamen tersebut mampu berkembang dan menjadi atlet berprestasi, baik di tingkat regional, nasional maupun internasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....