Warga Klawalu Belajar Olah Sampah Organik di Rumah Maggot KELI

  • 11 Agt 2026 16:34 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Warga Kelurahan Klawalu, Distrik Sorong Timur, Kota Sorong, mengunjungi Rumah Maggot KELI (Keberlanjutan Lingkungan) di Kabupaten Sorong, Selasa, 11 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk melihat secara langsung pengelolaan sampah organik melalui budidaya maggot Black Soldier Fly (BSF).

Dalam kunjungan itu, warga mendapatkan penjelasan mengenai siklus hidup lalat BSF, proses perawatan hingga masa panen maggot yang dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan ikan.

Pengelola Rumah Maggot KELI, Supendi, mengatakan pihaknya menyambut baik kehadiran warga Kelurahan Klawalu. Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dan dikembangkan kembali di lingkungan masyarakat.

“Mudah-mudahan ini bisa di-ATM sama masyarakat di sana, yaitu Amati, Tiru, dan Modifikasi lebih maksimal lagi,” ujar Supendi.

Menurutnya, keberadaan Rumah Maggot KELI tidak hanya berorientasi pada pengelolaan lingkungan, tetapi juga menjadi sarana untuk berbagi pengetahuan kepada masyarakat.

“Kami berharap kehadiran kami di Provinsi Papua Barat Daya ini tidak cuma berdampak pada lingkungan, tapi dari segi pengetahuan kami bisa menularkan ilmunya juga,” katanya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, yang turut mendampingi kegiatan tersebut mengatakan, pengelolaan sampah organik menjadi perhatian penting karena jumlah sampah terus meningkat.

Ia menilai sampah organik yang selama ini dianggap sebagai limbah sebenarnya dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi.

“Banyak sampah di mana-mana, khususnya sampah organik. Sehingga program nasional kita harus pilah sampah. Bapak Presiden juga sampaikan pengolahan sampah menjadi prioritas nasional,” ujar Julian.

Menurutnya, budidaya maggot dapat menjadi salah satu solusi karena hasil pengolahannya bisa dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pakan ikan hingga pakan ternak.

Maggot dapat digunakan sebagai bahan pakan ikan seperti lele, nila dan koi, serta untuk ayam, ayam petelur, bebek dan itik.

“Jadi dengan sampah kita olah menjadi pakan ikan, kemudian ayam, ayam petelur, bebek, itik, pupuk. Nah, ini peluang bisnis,” katanya.

Selain maggot, Julian juga memperkenalkan pemanfaatan limbah kelapa sebagai bahan untuk membuat pupuk. Menurutnya, potensi kelapa yang melimpah di Papua Barat Daya dapat dikembangkan menjadi produk bernilai jual.

Lurah Klawalu, Y. Manyakori, mengapresiasi kegiatan tersebut dan berharap warga dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh setelah kembali ke lingkungan masing-masing.

Ia menilai pengelolaan sampah harus dilakukan secara berkelanjutan karena menjadi kebutuhan masyarakat setiap hari.

“Kami sangat berharap pihak-pihak terkait, dalam hal ini pemerintah yang lebih fokus kepada lingkungan hidup, untuk tolong diperhatikan itu untuk kami,” ujarnya.

Salah seorang warga Kelurahan Klawalu, Elizabeth Paratoi, mengatakan kunjungan tersebut memberikan pengalaman baru bagi masyarakat karena mereka dapat melihat langsung proses pengolahan sampah.

“Kami harus lihat dengan mata begini supaya kami pulang kami usaha di kelurahan kami. Ini salah satu contoh besar yang disampaikan kepada kami,” kata Elizabeth.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh dari Rumah Maggot KELI dapat menjadi modal bagi masyarakat untuk mulai mengolah sampah secara mandiri sekaligus membuka peluang usaha di Kelurahan Klawalu.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....