Perkuat Ekosistem Ekonomi Syariah di PBD, BI Selenggrakan Torang Muamalah 2026

  • 03 Jul 2026 14:49 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID,Sorong - Kantor Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat menyelenggarakan kegiatan Road to Festival Ekonomi Syariah (FeSyar) kawasan Timur Indonesia (KTI) dengan tema ‘Penguatan Rantai Nilai Halal Daerah melalui Sinergi Ekosistem dan Inovasi Usaha Syariah yang Inklusif dan Berkelanjutan, yang dibuka langsung oleh Pj. Sekertaris Daerah Provinsi Papua Barat Daya, Drs. Yakop Kareth, M.SI., bertempat di Paragon square Kota Sorong Papua Barat Daya, Kamis 2 Juli 2026.

Selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat, Setian, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Bank Indonesia setiap tahun melaksanakan event di level nasional yaitu Internasional Syariah ekonomi festival (ISEF), sebelum event ini, setiap kawasan melaksanakan Festival Ekonomi Syariah (FeSyar).

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Papua Barat, Setian. (RRI/NIR).

"Kita Papua Barat dan Papua Barat Daya masuk ke dalam FeSyar KTI dan tahun 2026 ini akan dilaksanakan di Lombok, sebelum FeSyar KTI kita di provinsi menyelenggarakan urban road dan di Papua Barat dan papua Barat Daya ini kita beri nama Torang muamalah dan ini tahun ke-3 kiat gelar di Sorong,”katanya.

Lanjut Setian, BI kembali hadir dalam rangka untuk penguatan ekosistem dan keuangan syariah khususnya di Papua Barat Daya, BI menganalogikan pengembangan syariah ekonomi syariah yang memerlukan sinergitas bersama instansi terkait, guna mendorong ekonomi syariah semakin meningkat.

“Kita di daerah di dorong untuk bagaimana bisa bersenergi dengan berbagai pihak, agar upaya kita mendorong ekonomi syariah dan keuangan syariah, khususnya di Papua Barat Daya tentunya akan semakin membaik,”tuturnya.

Kegiatan Torang Muamalah 2026 di Paragon Square Kota Sorong Papua Barat Daya. (RRI/NIR).

Setian juga menjelaskan jika pengembangan ekonomi syariah ini diharapkan bisa menjadi salahsatu alternatif sumber pertumbuhan ekonomi yang baru, dengan pengembangan sektor-sektor seperti UMKM halal, termasuk di dalamnya UMKM yang terkait dengan Makan Minum (Mamin).

“Termasuk di dalamnya UMKM yang terkait dengan Makan Minum (Mamin), di Papua Barat Daya, kita juga mendorong mode FeSyar terkait dengan pengembangan ekonomi syariah, selain itu juga bisa membuat pondok pesantren lebih mandiri,”jelasnya.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ini, menjadi harapan untuk pertumbuhan ekonomi yang baru, dengan semakin memperkuat Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Syariah, baik di Papua Barat maupun di Papua Barat Daya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....