Operasi Katarak Gratis Pemprov PBD diikuti Ratusan Masyarakat

  • 30 Jun 2026 08:45 WIB
  •  Sorong

FRRI.CO.ID, Sorong – Ratusan Masyarakat ikuti Operasi Katarak Gratis yang digelar pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, di di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr John Piet Wanane Kabupaten Sorong, mulai tanggal 28 Juni - 2 Juli 2026.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat Daya, dr. Jan P.E.A. Kambu, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan masyarakat mendapatkan akses pelayanan kesehatan yang memadai.

“Ini tidak dalam rangka apa-apa. Ini adalah kewajiban kita sebagai pemerintah untuk melakukan upaya pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Memang sudah menjadi kewajiban pemerintah untuk melihat dan melayani masyarakat,” ujar Jan Pieter.

Ia menjelaskan, jumlah pendaftar operasi katarak hingga pelaksanaan kegiatan mencapai sekitar 110 orang. Namun, jumlah pasien yang berhasil dioperasi masih terus bertambah karena pelayanan masih berlangsung. “Sampai pukul 12.00 WIT tadi, sudah ada 29 pasien yang menjalani operasi. Kegiatan ini masih berlangsung hari ini dan besok, sehingga kami belum bisa memastikan berapa total pasien yang nantinya akan dioperasi,” katanya.

Menurut Jan Pieter, kegiatan operasi katarak dilaksanakan mulai hari ini hingga 1 Juli, sedangkan pada 2 Juli akan dilakukan observasi dan pemantauan terhadap pasien pascaoperasi untuk mengantisipasi kemungkinan komplikasi.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 10 dokter spesialis mata diterjunkan untuk menangani para pasien. Terdiri dari tujuh dokter dari Rumah Sakit Pusat Mata Cicendo dan tiga dokter spesialis mata dari Papua Barat Daya.

“Tim dokter dari Rumah Sakit Cicendo Bandung ada tujuh orang, kemudian dari Papua Barat Daya ada tiga dokter spesialis mata, sehingga total ada sepuluh dokter yang menangani kegiatan ini,” jelasnya.

Jan Pieter juga mengimbau masyarakat untuk tidak takut memeriksakan kesehatan mata, terutama bagi mereka yang mulai mengalami gangguan penglihatan atau memiliki faktor risiko katarak.

Menurutnya, penyakit katarak umumnya dipengaruhi oleh faktor usia, namun juga dapat dipicu oleh faktor gizi dan penyakit tertentu, seperti diabetes.

“Katarak memang banyak dipengaruhi faktor usia, tetapi juga ada faktor gizi dan penyakit tertentu seperti diabetes yang dapat meningkatkan risiko terjadinya katarak,” ujarnya.

Kegiatan bakti sosial operasi katarak ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, Rumah Sakit Pusat Mata Cicendo, Yayasan Setia Bakti dan Yayasan Karya Alpha Omega.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah berharap semakin banyak masyarakat yang sadar akan pentingnya menjaga kesehatan mata dan segera memeriksakan diri apabila mengalami gejala katarak agar dapat memperoleh penanganan sejak dini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....