Konservasi Indonesia Bekali Jurnalis Papua Barat Daya Pemahaman Isu Karbon
- 12 Jun 2026 18:26 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Konservasi Indonesia (KI) memperkuat kapasitas jurnalis di Papua Barat Daya melalui lokakarya pemahaman isu karbon, perubahan iklim, dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan.
Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong lahirnya pemberitaan lingkungan yang akurat, berimbang, dan berbasis data.
Nature Climate Solutions (NCS) Lead Konservasi Indonesia, Iwan Wibisono, mengatakan media memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi terkait perubahan iklim kepada masyarakat.
Karena itu, jurnalis perlu memiliki pemahaman yang memadai mengenai berbagai isu karbon dan lingkungan yang berkembang saat ini.
“Media memiliki peran strategis untuk menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan berbasis data kepada masyarakat sehingga publik dapat memahami berbagai isu perubahan iklim secara utuh,” kata Iwan dalam lokakarya yang digelar di Sorong, Kamis 11 Juni 2026.
Menurutnya, Indonesia terus memperkuat upaya pengendalian perubahan iklim guna mencapai target Nationally Determined Contribution (NDC).
Salah satu pendekatan yang dikembangkan adalah Nature Climate Solutions (NCS) atau solusi iklim berbasis alam yang mengedepankan perlindungan, pengelolaan berkelanjutan, dan restorasi ekosistem sebagai bagian dari strategi penurunan emisi.
Ia menjelaskan pendekatan tersebut tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca, tetapi juga mendukung pelestarian keanekaragaman hayati, ketahanan pangan, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Iwan menilai Tanah Papua memiliki posisi strategis dalam mendukung aksi iklim berbasis alam karena masih memiliki tutupan hutan yang luas serta ekosistem pesisir yang kaya, termasuk hutan mangrove dan padang lamun yang berfungsi menyerap serta menyimpan karbon.
Menurutnya, meningkatnya perhatian terhadap berbagai inisiatif karbon seperti REDD+ berbasis yurisdiksi dan karbon biru (blue carbon) menuntut pemahaman yang lebih baik mengenai integritas karbon, pengukuran emisi, manfaat sosial dan lingkungan, hingga keterlibatan masyarakat adat dalam pengelolaannya.
“Pengelolaan karbon yang berintegritas tidak hanya berkontribusi terhadap pencapaian target iklim, tetapi juga harus memastikan manfaat nyata bagi masyarakat dan lingkungan melalui tata kelola yang transparan, berbasis sains, dan didukung kolaborasi multipihak,” ujarnya.
Dalam lokakarya tersebut, para jurnalis mendapatkan materi terkait konsep NCS, integritas karbon, karbon biru, peran sains dan pengetahuan lokal, serta pendekatan REDD+ berbasis yurisdiksi dan proses nesting.
Materi tersebut diberikan untuk memperkuat pemahaman peserta dalam menyajikan informasi lingkungan secara komprehensif kepada publik.
Selain meningkatkan pemahaman substansi, kegiatan itu juga bertujuan memperkuat kemampuan jurnalis dalam menyusun pemberitaan terkait nilai ekonomi karbon secara akurat dan berbasis fakta.
Dengan demikian, informasi yang disampaikan kepada masyarakat dapat membantu meningkatkan pemahaman publik terhadap isu perubahan iklim dan upaya pelestarian lingkungan.
Iwan berharap melalui kegiatan tersebut dapat terbentuk jejaring jurnalis yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim sehingga mampu menghasilkan liputan yang lebih kontekstual dan konstruktif.
“Kami juga ingin membangun jejaring kolaborasi jurnalis yang memiliki perhatian terhadap isu lingkungan dan perubahan iklim agar pemberitaan yang dihasilkan dapat mendukung pembangunan berkelanjutan,” katanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....