Feliks Duwit: Rumah Bersama IDI Harus Melahirkan Solusi atas Persoalan Kesehatan
- 01 Jun 2026 17:03 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Sorong, dr. Feliks Duwit, menegaskan bahwa kehadiran Rumah Bersama IDI Papua Barat Daya harus dimanfaatkan tidak hanya sebagai sekretariat organisasi, tetapi juga sebagai pusat lahirnya gagasan dan solusi bagi berbagai persoalan kesehatan di daerah.
Hal tersebut disampaikannya saat peresmian Rumah Bersama IDI Papua Barat Daya oleh Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, di Kabupaten Sorong, Senin 1 Juni 2026. Menurut dr. Feliks, keberadaan Rumah Bersama menjadi momentum penting bagi penguatan organisasi profesi dokter di Papua Barat Daya. Selain menjadi tempat berkumpul dan berkoordinasi, fasilitas tersebut diharapkan mampu memperkuat kontribusi dokter dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan.
“Kita harus bisa memanfaatkan fasilitas ini untuk menghadirkan konsep-konsep yang berkaitan dengan permasalahan riil kesehatan di Provinsi Papua Barat Daya dan menawarkan kebijakan-kebijakan yang dapat menjadi solusi,” ujarnya.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, khususnya Gubernur Elisa Kambu, yang telah memberikan perhatian kepada organisasi profesi tenaga kesehatan. Menurutnya, dukungan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah memandang IDI sebagai mitra strategis dalam penyusunan dan pelaksanaan kebijakan kesehatan.
“Ini menunjukkan pemerintah daerah melihat organisasi profesi tenaga kesehatan, khususnya IDI, sebagai mitra strategis dalam kebijakan pembangunan sektor kesehatan di Provinsi Papua Barat Daya,” kata dr. Feliks.
Lebih lanjut, ia mengatakan peresmian Rumah Bersama IDI menghadirkan tantangan baru bagi organisasi. Secara internal, IDI harus terus memperkuat organisasi dan meningkatkan kompetensi serta profesionalisme anggotanya. Sementara secara eksternal, IDI dituntut lebih aktif memberikan masukan dan rekomendasi terhadap berbagai kebijakan kesehatan.
Menurutnya, kebijakan kesehatan yang efektif harus didukung oleh data dan kajian yang akurat. Karena itu, Rumah Bersama IDI diharapkan dapat menjadi ruang diskusi dan pengembangan gagasan yang berbasis bukti untuk membantu pemerintah menjawab berbagai tantangan kesehatan di Papua Barat Daya.
“Kebijakan harus berdasarkan data dan kajian yang valid. Organisasi profesi harus hadir untuk mengawal kebijakan itu, termasuk pada tahap implementasinya,” ujarnya.
Dengan diresmikannya Rumah Bersama IDI Papua Barat Daya, dr. Feliks berharap organisasi profesi dokter semakin solid dan mampu berkontribusi lebih besar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah Papua Barat Daya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....