Dialog Kebangsaan Papua Barat Daya Perkuat Nilai Pancasila dan Persatuan

  • 01 Jun 2026 17:12 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID Sorong – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol), menggelar Dialog Kebangsaan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila Tahun 2026, di Hotel Vega, Senin, 1 Juni 2026.

Kegiatan Dialog Kebangsaan dibuka oleh Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, dan dihadiri tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, organisasi kemahasiswaan, serta berbagai elemen masyarakat.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Ahmad Nausrau menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh dimaknai hanya sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi harus menjadi momentum untuk memperkuat wawasan kebangsaan dan menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat.

"Kalau peringatan Hari Lahir Pancasila hanya dimaknai sebagai seremoni, maka selesai kegiatan juga selesai maknanya. Karena itu Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melaksanakan Dialog Kebangsaan untuk memperkuat rasa cinta terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan semangat kebhinekaan," ujar Ahmad Nausrau.

Menurutnya, dialog kebangsaan menjadi sarana mempertemukan berbagai elemen masyarakat lintas generasi guna membangun kesamaan persepsi dalam menjaga persatuan serta mendukung pembangunan Papua Barat Daya. Ia menambahkan, masyarakat Papua memiliki tradisi kuat dalam menyelesaikan persoalan melalui dialog, musyawarah, dan pendekatan adat. Namun budaya tersebut perlahan mulai tergerus sehingga perlu terus dihidupkan kembali.

"Budaya masyarakat Papua adalah duduk bersama, gelar tikar adat, berdialog dan mencari solusi bersama. Bukan dengan palang jalan, pembakaran ban, atau tindakan yang merugikan masyarakat. Persoalan sebesar apa pun harus diselesaikan melalui dialog dan musyawarah," tegasnya.

Ahmad Nausrau juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk tokoh adat, tokoh agama, dunia usaha, organisasi kepemudaan, dan masyarakat sipil untuk bersama-sama menjaga Papua Barat Daya sebagai rumah bersama yang aman, damai, dan harmonis.

Foto bersama Dialog Kebangsaan Hari Lahir Pancasila 2026

Sementara itu, Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Papua Barat Daya, George Japsenang, menjelaskan bahwa Dialog Kebangsaan bertujuan membangun kesepahaman seluruh komponen masyarakat dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban sosial di daerah.

"Papua Barat Daya adalah rumah bersama. Karena itu jangan biarkan provokasi dan tindakan yang merusak ketertiban memecah persatuan yang selama ini telah terjaga dengan baik," ujarnya.

Melalui Dialog Kebangsaan ini, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berharap terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah daerah, aparat keamanan, tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, dan seluruh masyarakat dalam menjaga keamanan, memperkuat persaudaraan, serta mendukung pembangunan daerah yang berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....