HAKLI: Lingkungan Tidak Sehat Jadi Ancaman Serius Pasien TBC yang Sembuh
- 30 Mei 2026 15:13 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Tingginya angka kasus tuberkulosis (TBC) di Kota Sorong, Papua Barat Daya, menjadi perhatian serius berbagai pihak. Sepanjang tahun 2025, Pemerintah Kota Sorong mencatat sebanyak 1.003 kasus TBC atau sekitar 95 persen dari target penemuan kasus yang ditetapkan.
Menyikapi kondisi tersebut, Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) mendorong penguatan pencegahan TBC berbasis komunitas melalui perbaikan sanitasi lingkungan dan peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat di masyarakat.
Ketua HAKLI, Prof. Arif Sumantri, mengatakan upaya penanganan TBC tidak cukup hanya mengandalkan pengobatan, tetapi harus dibarengi langkah preventif yang menyentuh akar persoalan di lingkungan masyarakat.
“Kami ingin Kota Sorong menjadi model bagaimana pasien TB yang sudah sembuh tidak kembali terpapar karena lingkungan yang tidak sehat,” kata Arif saat berkunjung ke Kota Sorong, Jumat.
Menurutnya, HAKLI bersama Aliansi Kabupaten/Kota Peduli Sanitasi (AKKOPSI) dan Pemerintah Kota Sorong terus mendorong penguatan sanitasi lingkungan sebagai bagian dari strategi pengendalian TBC yang berkelanjutan.
Ia menjelaskan konsep pencegahan TBC perlu dibangun melalui tiga pilar utama, yakni lingkungan sehat, hidup sehat, dan makan sehat. Ketiga aspek tersebut dinilai penting untuk meningkatkan daya tahan masyarakat terhadap penyakit menular.
“Masyarakat harus memiliki kemauan untuk hidup sehat melalui penerapan higiene dan sanitasi berbasis komunitas,” ujarnya.
Arif menambahkan pemberdayaan masyarakat menjadi kunci keberhasilan program pencegahan penyakit. Menurutnya, masyarakat perlu dibekali pengetahuan dan keterampilan agar mampu menjaga kesehatan lingkungan secara mandiri dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, HAKLI juga mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Sorong yang terus melakukan perbaikan rumah sehat, penataan lingkungan, serta peningkatan akses sanitasi sebagai bagian dari pengendalian penyakit berbasis lingkungan.
Sementara itu, Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, mengatakan pemerintah daerah terus melakukan berbagai terobosan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui penanganan kawasan kumuh, sanitasi lingkungan, dan penyediaan air bersih.
Menurutnya, kawasan Sorong Barat menjadi salah satu wilayah prioritas dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2024–2029 karena masih membutuhkan intervensi pembangunan yang lebih intensif.
“Kami melakukan kolaborasi lintas OPD seperti Dinas Bina Marga, Cipta Karya, dan Dinas Perumahan untuk menangani kawasan kumuh, sanitasi, dan akses air bersih,” kata Septinus.
Ia menyebutkan terdapat sekitar 43 titik kawasan yang menjadi perhatian pemerintah kota dan akan ditangani secara bertahap.
Berdasarkan data Pemerintah Kota Sorong, tingkat keberhasilan pengobatan TBC sepanjang 2025 mencapai 71 persen. Sementara pada periode Januari hingga April 2026, sebanyak 410 kasus TBC telah berhasil ditemukan dan ditangani.
Pemerintah Kota Sorong berharap dukungan HAKLI dan berbagai pihak dapat memperkuat upaya peningkatan kualitas lingkungan serta mempercepat penurunan angka kasus TBC di daerah tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....