Rakerda PTDL Jadi Momentum Perkuat Persaudaraan Masyarakat Tanimbar di PBD
- 23 Mei 2026 13:28 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Perkumpulan Tanimbar Duan Lolat (PTDL) Provinsi Papua Barat Daya menggelar Rapat Kerja Daerah (Rakerda) I dan Musyawarah Pimpinan Cabang (MPC) I di Hotel Mariat Kota Sorong, Sabtu, 23 Mei 2026.
Kegiatan tersebut menjadi momentum mempererat persaudaraan masyarakat Tanimbar sekaligus menyusun arah program kerja organisasi di Papua Barat Daya.
Rakerda dan MPC I PTDL Papua Barat Daya turut dihadiri Anggota BP3OKP Provinsi Papua Barat Daya Otto Ihalau, anggota DPR Papua Barat Daya Robby Wanma, unsur pimpinan TNI/Polri Papua Barat Daya, serta Kepala LPP RRI Sorong Djery Moriolkosu.
Ketua panitia, Selfy Walun mengatakan, Rakerda dan MPC dilaksanakan sebagai amanat organisasi untuk memperkuat konsolidasi masyarakat Tanimbar di Papua Barat Daya.
“Tujuan utama dari kegiatan ini melaksanakan amanat organisasi, menyusun dan menetapkan program kerja strategis, dan mempererat konsolidasi masyarakat Tanimbar di Provinsi Papua Barat Daya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kegiatan itu diikuti sebanyak 164 peserta yang terdiri dari pengurus daerah dan perwakilan kampung Tanimbar yang berada di Papua Barat Daya.
Menurut Selfy, seluruh pelaksanaan kegiatan didukung melalui sumbangan sukarela pengurus, panitia, para donatur, serta hasil bazar yang dilakukan panitia.
“Pendanaan pada kegiatan ini bersumber dari sumbangan sukarela pengurus dan panitia, sumbangan dari para donatur, serta bazar-bazar yang kami panitia lakukan,” katanya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu menyukseskan kegiatan tersebut, termasuk pengurus PTDL Papua Barat Daya dan pihak Hotel Mariat.
Sementara itu, Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Papua Barat Daya, George Japsenang yang hadir mewakili Gubernur Papua Barat Daya menyampaikan, organisasi paguyuban memiliki peran penting dalam menjaga persatuan dan mendukung pembangunan daerah.
Menurut George, Papua Barat Daya merupakan rumah bersama bagi masyarakat dari berbagai suku, budaya, dan latar belakang yang hidup berdampingan.
“Dalam semangat persaudaraan, kehadiran masyarakat Tanimbar di Provinsi Papua Barat Daya telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pembangunan daerah ini,” ucapnya.
Ia menilai nilai kekeluargaan, gotong royong, dan semangat persatuan masyarakat Tanimbar menjadi modal sosial yang kuat untuk menjaga keharmonisan di tengah masyarakat yang majemuk.
Dalam kesempatan itu, George juga mengajak seluruh organisasi paguyuban di Papua Barat Daya untuk ikut menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban di Kota Sorong.
Menurutnya, situasi keamanan tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat keamanan, tetapi tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.
“Situasi keamanan di Kota Sorong ini tidak serta-merta menjadi tanggung jawab Kapolsek, Kapolres, Kapolda, atau Danrem, tetapi menjadi tanggung jawab kita semua,” katanya.
George mengungkapkan, pihaknya akan menggelar dialog kebangsaan yang melibatkan seluruh organisasi paguyuban dan tokoh masyarakat pada peringatan Hari Lahir Pancasila, 1 Juni mendatang.
Forum tersebut diharapkan menjadi wadah bersama dalam mencari solusi terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di tengah masyarakat.
Selain itu, ia juga berharap PTDL Papua Barat Daya tetap menjadi organisasi yang solid dan tidak terpecah dalam dualisme kepengurusan seperti yang terjadi di sejumlah organisasi kemasyarakatan lainnya.
“Saya berharap organisasi ini hanya satu saja yang kita andalkan. Tidak ada dua atau tiga kepengurusan,” ujarnya.
George menambahkan, melalui Rakerda dan MPC tersebut diharapkan lahir program-program kerja yang tidak hanya berfokus pada internal organisasi, tetapi juga menyentuh kebutuhan masyarakat luas melalui kegiatan sosial, pendidikan, pemberdayaan ekonomi, hingga pembinaan generasi muda.
“Organisasi yang besar adalah organisasi yang mampu memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitarnya,” ucap George.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....