Ketergantungan Pasokan Luar, Pemprov Siapkan Strategi Besar Percepat Ekonomi
- 16 Apr 2026 13:35 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya, menyoroti berbagai tantangan di sektor perindustrian dan perdagangan di Papua Barat Daya.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Papua Barat Daya, yang juga Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dr. Sellvyana Sangkek, SE., M.Si, mengatakan Rapat ini menjadi bagian dari upaya mempercepat pembangunan ekonomi daerah, khususnya di wilayah otonomi baru.
Dalam pemaparannya, Plt. Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan, mengungkapkan bahwa sistem distribusi dan logistik di daerah masih belum efisien. Saat ini, sebagian besar kebutuhan barang dan jasa masih bergantung pada pasokan dari luar daerah, seperti Jakarta, Surabaya, dan Makassar.
“Kondisi ini tentu menghambat arus barang dan jasa serta berdampak pada lambatnya pertumbuhan ekonomi daerah,” ungkapnya.
Selain itu, kesenjangan ekonomi antara pelaku usaha lokal dan non-lokal juga menjadi perhatian serius. Pelaku UMKM lokal dinilai masih berada pada subsisten, yakni berusaha hanya untuk memenuhi kebutuhan harian.
Sellvyana Sangkek, menjelaskan bahwa sektor UMKM memiliki kontribusi besar terhadap perekonomian daerah, termasuk dalam penyerapan tenaga kerja. Oleh karena itu, diperlukan kebijakan yang mampu mendorong peningkatan kapasitas dan daya saing pelaku usaha lokal.
Sebagai langkah strategis, pemerintah akan menyusun grand design pembangunan ekonomi daerah berbasis kajian akademik. Tiga perguruan tinggi telah disiapkan untuk melakukan penelitian mendalam guna menghasilkan rekomendasi kebijakan yang komprehensif.
Pemerintah juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota dalam merumuskan program pembangunan yang terintegrasi.
“Walaupun daerah ini masih tergolong baru, kita harus bergerak cepat dan memastikan pembangunan ekonomi berjalan merata dan berkelanjutan,” tegasnya.
Pembahasan sektor perindustrian dan perdagangan akan dilakukan secara khusus dalam agenda rakor lanjutan guna memastikan implementasi program berjalan optimal di seluruh wilayah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....