Papua Barat Daya Harus Kurangi Ketergantungan Pasokan Pangan dari Luar Daerah
- 17 Jun 2026 19:15 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu, menegaskan pentingnya membangun kemandirian pangan daerah saat melepas Kontingen Pekan Nasional Kontak Tani Nelayan Andalan (PENAS KTNA) XVII Papua Barat Daya yang akan mengikuti kegiatan di Gorontalo pada 20-25 Juni 2026.
Menurut Elisa, Papua Barat Daya memiliki potensi pertanian, perikanan, dan perkebunan yang besar sehingga tidak seharusnya terus bergantung pada pasokan pangan dari luar daerah. “Masa kita harus tunggu semua datang dari Manado. Bawang putih datang dari Manado, bawang merah datang dari Manado, tomat dari Manado, bahkan ikan cakalang dari Manado. Padahal kita punya laut yang luas dan sungai yang banyak,” kata Elisa dalam sambutannya, Selasa, 16 Juni 2026.
Ia mengatakan petani dan nelayan memiliki peran strategis dalam mendukung ketahanan pangan daerah. Karena itu, momentum PENAS KTNA diharapkan menjadi sarana belajar sekaligus bertukar pengalaman untuk meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perikanan di Papua Barat Daya. Elisa menilai kemajuan daerah sangat bergantung pada kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan pangannya sendiri. Jika produksi pangan meningkat, maka ketergantungan terhadap daerah lain dapat dikurangi dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat.
Menurutnya, setiap kabupaten dan kota di Papua Barat Daya perlu membangun kerja sama untuk saling memenuhi kebutuhan pangan apabila terjadi kekurangan produksi di suatu wilayah. “Kita semua punya harapan ke depan. Mari dorong petani dan nelayan kita, mari tunjukkan kemampuan kita. Kalau kita bisa mandiri, kita bisa bantu daerah lain yang kekurangan,” ujarnya.
Elisa berharap para peserta yang mengikuti PENAS KTNA dapat membawa pulang ilmu, teknologi, dan jejaring usaha yang bermanfaat untuk mengembangkan sektor pertanian dan perikanan di Papua Barat Daya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....