Pemuda Aimas Sulap Sampah Jadi Peluang

  • 09 Apr 2026 11:28 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Inisiatif pengolahan sampah organik berbasis maggot mulai menunjukkan dampak positif di wilayah Aimas. Supendi Warga Distrik Aimas Kabupaten Sorong, berhasil mengembangkan budidaya maggot sejak 2023 sebagai solusi atas persoalan lingkungan sekaligus peluang ekonomi bagi masyarakat.

Supendi mengungkapkan, ketertarikannya terhadap maggot berawal dari keresahan terhadap tiga masalah yang sering dihadapi warga, yakni sampah, pupuk, dan mahalnya pakan ternak.

“Kami mulai serius di 2023. Awalnya kami tidak tahu apa itu maggot. Tapi kami sering dengar masalah sampah, pupuk, dan pakan ternak yang harganya terus naik,” ujarnya.

Menurutnya, setiap permasalahan sejatinya membuka peluang jika mampu dikelola dengan baik, pengetahuan tentang maggot pertama kali diperoleh dari media sosial. Dari sana, dirinya mulai mempelajari siklus hidup hingga teknik budidaya maggot secara mandiri.

“Kami bertemu dengan Bapak Kepala Dinas Lingkungan Hidup. Beliau sangat mendukung, sehingga semangat kami semakin besar untuk mengembangkan maggot,” jelasnya.

Dalam praktiknya, maggot terbukti efektif mengurai sampah organik dengan cepat. Bahkan, dalam hitungan jam, sampah rumah tangga dapat habis terurai.

“Kami coba gunakan sampah organik rumah tangga. Dalam hitungan jam, maggot sudah mengurai sampah itu. Kami kaget karena ternyata secepat itu,” ungkapnya.

Pria berusia 33 tahun ini, mengatakan meski sempat merasa geli di awal, dirinya mengaku hal tersebut tidak menjadi hambatan karena fokus pada manfaat jangka panjang.

“Awalnya memang agak geli, tapi karena mindset kita ingin berkembang, itu kita lawan,” katanya.

Supendi yang juga ketua kelompok Rumah peternakan Lalat Black Soldier fly (BSF) dan Maggot menjelaskan bahwa maggot tidak hanya menyelesaikan persoalan sampah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi tinggi. Maggot yang telah tumbuh dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak karena kandungan proteinnya yang tinggi.

“Maggot ini bisa jadi solusi pakan ternak. Kandungan proteinnya tinggi, jadi bisa menggantikan pakan yang harganya mahal,” ujarnya.

Dirinya menambahkan dari hasil budidaya maggot juga dapat diolah menjadi pupuk organik yang bermanfaat bagi petani, maka budidaya maggot memiliki potensi besar sebagai solusi masa depan karena mampu menjawab berbagai persoalan sekaligus, mulai dari pengelolaan sampah hingga peningkatan ekonomi masyarakat.

“Ini bukan hanya soal sampah, tapi peluang masa depan. Bisa bantu lingkungan, sekaligus bantu ekonomi masyarakat,” pungkasnya.

Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk mulai mengelola sampah secara mandiri, sekaligus membuka peluang usaha yang berkelanjutan di daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....