Ancaman Sampah dan Perubahan Iklim di Sorong, DLH Dorong Inovasi Maggot

  • 09 Apr 2026 11:05 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong - Permasalahan sampah di Kota Sorong semakin mengkhawatirkan seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk. Peningkatan volume sampah yang tidak diimbangi dengan pengelolaan yang baik berpotensi memicu dampak lingkungan yang lebih luas, termasuk perubahan iklim.

Kepala Dinas lingkungan hidup Provinsi Papua Barat Daya Julian Kelly Kambu, menjelaskan bahwa persoalan sampah tidak hanya berkaitan dengan teknis pengelolaan, tetapi juga pola pikir masyarakat.

“Penduduk bertambah, sampah juga bertambah. Tapi solusi belum maksimal. Masalah berikutnya adalah mindset masyarakat yang belum sepenuhnya peduli terhadap kebersihan lingkungan,” ujarnya saat dialog Sorong menyapa 8 April 2026.

Kelly menambahkan, tumpukan sampah organik yang tidak terkelola dengan baik menghasilkan gas metana yang berkontribusi terhadap gas rumah kaca.

“Gas metana dari sampah organik itu menjadi sumber gas rumah kaca. Dari situ muncul pemanasan global, lalu perubahan iklim, dan dampaknya kita rasakan dalam bentuk banjir, longsor, sampai gagal panen,” jelasnya.

Sebagai upaya penanganan, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Papua Barat daya l mulai mendorong penggunaan maggot atau larva lalat Black Soldier Fly untuk mengolah sampah organik.

“Maggot ini solusi yang cepat, murah, dan ramah lingkungan. Dari sisi ekologi dapat, dari sisi ekonomi juga dapat,” katanya.

Selain mengurangi volume sampah, maggot juga memiliki nilai ekonomi karena dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dan pupuk organik.

Untuk percepatan Pemerintah daerah kini tengah membangun fasilitas pengolahan maggot di Aimas yang digadang-gadang menjadi salah satu yang terbesar di Tanah Papua.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....