Maggot Jadi Alternatif Pengolahan Sampah Organik di Papua Barat Daya
- 31 Mar 2026 09:42 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Papua Barat Daya mendorong pemanfaatan maggot sebagai alternatif pengolahan sampah organik di daerah.
Kepala DLH Papua Barat Daya, Julian Kelly Kambu, mengatakan sampah organik mendominasi sekitar 85 persen dari total sampah yang dihasilkan masyarakat. Jika tidak dikelola dengan baik, sampah tersebut berpotensi menghasilkan gas metana yang berdampak pada pemanasan global.
“Sampah organik yang menumpuk akan menghasilkan gas metana, yang menjadi salah satu pemicu perubahan iklim,” ujarnya.
Menurutnya, penggunaan maggot menjadi solusi efektif karena mampu mengurai sampah organik dalam waktu singkat. Maggot yang berasal dari lalat Black Soldier Fly (BSF) dapat mengolah berbagai jenis limbah organik rumah tangga.
“Dengan maggot, penguraian sampah bisa berlangsung cepat, bahkan dalam satu hingga dua hari sudah terurai,” kata Julian.
Selain berdampak pada lingkungan, pengolahan sampah dengan maggot juga memiliki nilai ekonomis. Maggot dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak seperti ikan dan unggas, sementara sisa pengolahannya dapat dijadikan pupuk organik.
Julian menambahkan, pihaknya saat ini fokus pada upaya pengurangan timbunan sampah organik di daerah, khususnya di Kota Sorong. Ia berharap, metode ini dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam pengelolaan sampah.
“Kita selesaikan dulu persoalan sampah organik. Ke depan, ini juga bisa menjadi peluang ekonomi bagi masyarakat,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....