Badan Kesbangpol PBD Gelar Pemberdayaan dan Pengawasan Ormas
- 16 Mar 2026 19:51 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Badan Kesbangpol menggelar kegiatan pemberdayaan dan pengawasan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama di Vega Prime Hotel, Senin 16 Maret 2026. Kegiatan tersebut dihadiri unsur pemerintah daerah, aparat keamanan, pimpinan agama, serta pengurus organisasi kemasyarakatan di wilayah tersebut.
Pj. Sekretaris Daerah Papua Barat Daya, Yakob Kareth, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran organisasi kemasyarakatan dalam menjaga persatuan dan stabilitas daerah. Ia menyebut jumlah organisasi kemasyarakatan di provinsi yang baru berusia sekitar tiga tahun itu saat ini berkisar antara 140 hingga 145 ormas dan diharapkan bisa bertambah seiring dengan dinamika perkembangan sosial dan kemasyarakatan.
“Provinsi ini masih sangat muda, tetapi masyarakatnya terus berkembang dan beragam. Kebersamaan harus menjadi modal utama kita untuk membangun Papua Barat Daya dengan mengedepankan perdamaian, persahabatan, dan kekeluargaan,” ujar Yakob Kareth.
Ia juga mengakui bahwa dalam beberapa waktu terakhir sempat terjadi gangguan keamanan dan ketertiban di beberapa wilayah, termasuk di Sorong. Namun menurutnya, berkat kerja sama antara tokoh masyarakat, tokoh adat, dan organisasi kemasyarakatan, kondisi daerah tetap dapat dijaga. “Berkat persatuan antara tokoh masyarakat, suku, dan organisasi kemasyarakatan, kita tetap dapat menjaga integritas Negara Kesatuan Republik Indonesia,” tambahnya.
Sementara itu, Plt. Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Papua Barat Daya, George Japsenang, menegaskan bahwa organisasi kemasyarakatan memiliki peran penting sebagai mitra pemerintah dalam mendorong partisipasi masyarakat dan menjaga harmoni sosial. “Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menyadari bahwa ormas memiliki peran strategis dalam memperkuat demokrasi, menjaga harmoni sosial, dan mendukung pembangunan daerah,” kata George Japsenang.
Ia juga mengingatkan seluruh organisasi kemasyarakatan agar terus menjaga toleransi antarumat beragama, terutama menjelang sejumlah hari besar keagamaan yang waktunya berdekatan seperti Hari Raya Nyepi, Hari Raya IdIdfitri, Jumat Agung, dan Paskah.
“Kami mengajak seluruh ormas untuk bersama-sama menjaga toleransi dan kerukunan, sehingga setiap umat beragama dapat menjalankan ibadahnya dengan aman dan nyaman,” ujar George.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan yang juga Kabid Ormas dan Poldagri, Lewi Isir mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari tugas pemerintah daerah melalui Kesbangpol dalam melakukan pembinaan, pemberdayaan, dan pengawasan terhadap organisasi kemasyarakatan yang terdaftar di Papua Barat Daya.
“Kegiatan ini merupakan sosialisasi pemberdayaan dan pengawasan ormas. Kami di Kesbangpol memiliki tugas melakukan pembinaan kepada organisasi kemasyarakatan yang terdaftar, karena ormas merupakan mitra pemerintah dalam pembangunan daerah,” ujar Lewi Isir.
Ia menambahkan, melalui kegiatan tersebut pemerintah juga mengingatkan seluruh organisasi kemasyarakatan agar menjalankan aktivitasnya sesuai dengan aturan yang berlaku, mulai dari undang-undang, peraturan kementerian, hingga kebijakan pemerintah daerah.
“Ormas yang terdaftar wajib mematuhi aturan yang berlaku, baik undang-undang, peraturan kementerian, maupun kebijakan pemerintah daerah. Karena itu, pembinaan dan pengawasan terus kami lakukan secara berkelanjutan,” katanya.
Selain itu, Kesbangpol juga melakukan sosialisasi terkait sistem pendaftaran organisasi kemasyarakatan yang saat ini terus dikembangkan agar lebih tertib dan mengikuti ketentuan pemerintah pusat hingga daerah.
“Kami juga menyampaikan mekanisme pendaftaran ormas yang harus mengikuti aturan dari pemerintah pusat sampai daerah, sehingga keberadaan organisasi kemasyarakatan dapat tercatat dengan baik,” tambahnya.
Lewi Isir menjelaskan kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk menyatukan organisasi kemasyarakatan di Papua Barat Daya guna memperkuat kebersamaan serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat.
"Kegiatan ini menjadi momentum untuk menyatukan ormas-ormas yang ada di Papua Barat Daya, agar bersama-sama menjaga persatuan, kebersamaan, serta membantu menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat, khususnya menjelang hari besar keagamaan,” ujarnya.
Acara kemudian dilanjutkan dengan tausiyah, doa bersama, serta buka puasa bersama seluruh peserta yang hadir.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....