Kolaborasi Pemprov-PKK PBD, 43 OAP Dapat Pelatihan Tata Boga, Menjahit dan Otomotif
- 16 Mar 2026 14:21 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya melalui Dinas Sosial P3A bersama TP PKK Papua Barat Daya menggelar pelatihan keterampilan bagi 43 Orang Asli Papua (OAP) Kabupaten Sorong, Senin 16 Maret 2026.
Program ini difokuskan pada penguatan pendidikan vokasi guna mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Pelatihan yang diselenggarakan meliputi tiga bidang keterampilan, yakni tata boga, menjahit, dan otomotif. Dari total peserta, 17 orang mengikuti pelatihan tata boga, 16 orang menjahit, dan 10 orang di bidang otomotif.
Program ini dibiayai melalui dana Otonomi Khusus yang diarahkan untuk mendukung peningkatan kesejahteraan, khususnya bagi Orang Asli Papua.
Tampak hadir, Ketua Tim Penggerak PKK, Orpa Susana Kambu dan Kepala Dinas Sosial P3A Provinsi Papua Barat Daya, Dr. Anace Nauw.
Mewakili Gubernur Papua Barat Daya, Elisa Kambu. Asisten II Sekretariat Daerah Papua Barat Daya, Victor Solossa, mengatakan pelatihan tersebut merupakan bagian dari penjabaran visi dan misi pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Menurutnya, melalui program pelatihan tersebut peserta diharapkan mampu menyerap materi yang diberikan oleh instruktur sehingga memperoleh keterampilan praktis yang dapat dimanfaatkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Pelatihan ini merupakan bagian dari penjabaran visi dan misi pemerintah daerah melalui program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh dinas terkait. Kami berharap peserta dapat mengikuti proses pembelajaran dengan baik dari tiga bidang yang dilatih, yaitu tata boga, menjahit, dan otomotif,” ujar Victor dalam sambutannya.
Ia menjelaskan, keterampilan yang diperoleh peserta merupakan bagian dari pendidikan vokasi yang diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan diri dan keluarga.
Victor menambahkan, pemerintah daerah juga mendorong adanya pendampingan lanjutan serta bantuan modal stimulan agar para peserta dapat mengembangkan usaha secara mandiri setelah mengikuti pelatihan.
“Strategi penguatan keterampilan ini diharapkan mampu meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia sekaligus menekan angka kemiskinan di wilayah Papua Barat Daya,” ujar Victor.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....