Seminar Internasional, Dorong Integrasi Nilai Sosial Budaya dan Agama
- 09 Mar 2026 15:12 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong — Pemerintah daerah Provinsi Papua Barat Daya, mengapresiasi penyelenggaraan seminar internasional oleh Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sorong dengan tema "Contemporary issue on socio religous studies", Senin 9 Maret 2026.
Kegiatan ini dihadiri akademisi dari berbagai negara baik secara langsung maupun melalui daring, untuk membahas berbagai isu sosial keagamaan di era globalisasi.
Wakil Gubenur Papua Barat daya Ahmad Nausrau mengatakan bahwa seminar internasional tersebut menjadi momentum penting bagi dunia pendidikan di Sorong.
“Pertama tentu atas nama pemerintah kami mengapresiasi seminar internasional yang dilaksanakan ini. Ini kali kedua saya menghadiri seminar internasional di Sorong,” ujarnya.
Dirinya menilai penyelenggaraan seminar internasional menunjukkan komitmen kuat lembaga pendidikan di Sorong, dalam mendorong pengembangan sumber daya manusia, khususnya di Tanah Papua.
“Ini menunjukkan bahwa Sorong memiliki keberanian dan komitmen yang luar biasa untuk pengembangan sumber daya manusia di Tanah Papua,” katanya.
Ahmad Nausrau menjelaskan tema yang diangkat dalam seminar kali ini sangat relevan dengan kondisi masyarakat saat ini, yakni perpaduan antara nilai sosial budaya dan agama di tengah perkembangan zaman yang semakin pesat, terutama akibat kemajuan teknologi.
“Kita tahu bersama bahwa perkembangan zaman, terutama perkembangan teknologi, membawa perubahan besar terhadap kultur sosial dan budaya masyarakat yang semakin kompleks,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa wilayah Papua Barat Daya memiliki tingkat heterogenitas yang tinggi, karena masyarakatnya berasal dari berbagai latar belakang suku, agama, dan budaya. Oleh karena itu, komunikasi dan toleransi antarumat beragama perlu terus dibangun.
“Karena masyarakat datang dari berbagai latar belakang agama, sosial, dan budaya, maka kita harus terus membangun kebersamaan komunikasi untuk menjaga nilai-nilai toleransi antarumat beragama,” ungkapnya.
Selain itu, dirinya berharap kegiatan akademik seperti seminar internasional ini dapat mendorong mahasiswa untuk memperluas wawasan pengetahuan yang tidak hanya berbasis pada ilmu pengetahuan, tetapi juga pada nilai spiritual dan budaya masyarakat.
“Tantangan ke depan semakin besar. Karena itu konferensi ini mengajak kita semua, terutama mahasiswa, untuk menyadari bahwa kita berada dalam komunitas masyarakat internasional yang perlu kita ajak bersama membangun Papua Barat Daya,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....