PBD Tuan Rumah Resea Global Seascape Exchange

  • 09 Feb 2026 17:16 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.iD, Sorong - Papua Barat Daya kembali menegaskan perannya sebagai pusat pembelajaran global dalam pengelolaan laut berkelanjutan melalui pelaksanaan Resea Global Seascape Exchange – Bird’s Head Seascape yang digelar di Kota Sorong, 9-14 Febuari 2026.

Kegiatan yang diinisiasi Conservation International ini dibuka oleh Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau, dan dihadiri perwakilan dari tujuh negara, yang sebagian berasal dari Afrika Selatan.

Wakil Gubernur Papua Barat Daya Ahmad Nausrau, Menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ini serta menyambut hangat seluruh peserta yang hadir di Papua Barat daya.

Dirinya menyampaikan bahwa   bentang laut kepala burung (Bird’s Head Seascape) diperkenalkan bukan hanya sebagai kawasan laut yang kaya keanekaragaman hayati, tetapi juga sebagai ruang hidup, ruang budaya, dan ruang masa depan bagi masyarakat adat Papua.

“Bagi orang Papua, laut bukan sekadar ruang ekonomi, tetapi ruang hidup dan warisan bagi anak cucu. Karena itu, menjaga laut berarti menghormati alam dan masyarakat adat sebagai penjaga pertama wilayah ini,” ungkap Ahmad Nausrau 

Ahmad Nausrau menjelaskan bahwa pengelolaan bentang laut kepala burung selama hampir dua dekade dinilai sebagai contoh praktik baik kolaborasi antara pemerintah, masyarakat adat, dan mitra pembangunan.

"Kegiatan pertukaran pembelajaran ini juga menjadi bagian dari upaya perlindungan SISCAT, sekaligus ruang untuk merumuskan roadmap kerja sama bersama antarnegara. Ke depan, diharapkan akan terbangun kesepakatan kerja sama antar pemerintah, khususnya dengan negara-negara Afrika yang terlibat," kata Ahmad Nausrau. 

Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi, memperkuat peran masyarakat adat dan lokal, serta memastikan manfaat pengelolaan sumber daya alam benar-benar dirasakan oleh masyarakat. 

Selian itu Raja Ampat dan bentang Laut kepala burung didorong untuk dikembangkan sebagai Center of Excellence atau pusat pembelajaran global dalam pengelolaan kawasan laut berkelanjutan. Kawasan ini dinilai telah memenuhi berbagai standar internasional, termasuk pengakuan dari UNESCO, sehingga berpotensi menjadi aset daerah yang tidak hanya menjaga kelestarian alam, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat dan negara.

“Kita tidak hanya menjaga, tetapi juga mengelola agar memberikan manfaat ekonomi yang adil dan berkelanjutan bagi semua,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Papua Barat Daya berharap dari Tanah Papua akan lahir pesan kuat bagi dunia: bahwa laut dapat dijaga secara adil, bermartabat, dan berkelanjutan, serta bahwa kerja sama antarnegara dan antarmasyarakat adalah kunci masa depan laut dunia.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....