Wagub Ahmad Nausrau Sebut HIPMI-PBD Sebagai Agen Perubahan

  • 08 Feb 2026 10:54 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong -Wakil Gubernur Papua Barat Daya, Ahmad Nausrau, menegaskan peran penting pengusaha muda sebagai agen perubahan dalam mendorong pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah. 

Hal tersebut disampaikannya dalam kegiatan pelantikan Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua Barat Daya masa bakti 2026–2029 dilantik pada Sabtu malam, 7 Februari 2026 di Rylich Panorama Hotel, Kota Sorong.

Ahmad mengatakan, pengusaha muda tidak hanya berperan sebagai pencari keuntungan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam menciptakan lapangan kerja, menghadirkan inovasi, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendorong investasi dan menggerakkan sektor unggulan daerah.

“Pengusaha muda memiliki peran penting sebagai agen perubahan. Mereka bukan hanya pencari keuntungan, tetapi juga menciptakan lapangan kerja, inovator, dan mitra strategis pemerintah dalam mendorong investasi serta menggerakkan sektor-sektor unggulan daerah,” kata Ahmad Nausrau.

Menurut Ahmad, Papua Barat Daya memiliki potensi besar di berbagai sektor, di antaranya perikanan, pariwisata, pertambangan, pertanian, dan ekonomi kreatif. Namun, potensi tersebut tidak akan berkembang secara optimal tanpa keberanian, kreativitas, serta daya saing para pengusaha muda.

“Oleh karena itu, saya berharap HIPMI dapat menjadi wadah kaderisasi pengusaha yang tangguh, profesional, berintegritas serta memiliki kepedulian terhadap pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat asli Papua,” ujarnya.

Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya berkomitmen menciptakan iklim investasi yang kondusif melalui perbaikan regulasi serta membuka ruang dialog kemitraan dengan dunia usaha. Pemerintah meyakini sinergi antara pemerintah dan HIPMI akan melahirkan kebijakan yang tepat sasaran bagi pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami percaya bahwa sinergi yang baik antara pemerintah dan HIPMI akan melahirkan kebijakan yang tepat sasaran dan berdampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Ahmad.

Selain itu, Ahmad juga berpesan agar HIPMI aktif mendorong kewirausahaan di kalangan generasi muda, termasuk melahirkan pengusaha-pengusaha Orang Asli Papua (OAP) yang mampu bersaing di tingkat nasional maupun global.

“Pemberdayaan ekonomi harus menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam mewujudkan keadilan dan pemerataan pembangunan, terlebih khusus di daerah,” pungkasnya.

Sementara itu, Ketua Umum HIPMI Papua Barat Daya, Raffael Kardinal, menyatakan kesiapan HIPMI menjadi motor penggerak kolaborasi dunia usaha di daerah. Ia mendorong perusahaan milik OAP dan non-OAP untuk bersinergi dalam memperkuat perekonomian Papua Barat Daya.

“Yang kita harapkan di sini adalah perusahaan-perusahaan di Papua Barat Daya, baik OAP maupun non-OAP, bisa saling bekerja sama dan bersinergi untuk Papua Barat Daya yang lebih baik,” ujar Raffael.

Ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Papua Barat Daya pada 2025 tercatat sekitar 4,82 persen. Menurutnya, capaian tersebut menjadi dasar optimisme bagi HIPMI untuk memberikan kontribusi lebih besar dalam penguatan ekonomi daerah.

Raffael juga menegaskan komitmennya untuk tidak terlibat dalam proyek pemerintah daerah dan fokus membawa pengalaman serta jejaring usaha dari luar daerah untuk dikembangkan di Papua Barat Daya.

Ia turut menyoroti potensi pengembangan sektor kehutanan, perikanan, pertanian, pariwisata, serta penguatan UMKM dan eksposur produk lokal sebagai bagian dari upaya mendorong transformasi ekonomi daerah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....