Ketum HIPMI-PBD Dorong Perusahaan OAP dan Non-OAP Bersinergi
- 07 Feb 2026 22:04 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong — Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Papua Barat Daya (HIPMI-PBD), Rob Raffael Kardinal, mendorong perusahaan milik Orang Asli Papua (OAP) dan non-OAP untuk saling bersinergi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.
Hal tersebut disampaikannya pasca Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Papua Barat Daya masa bakti 2026–2029 dilantik pada Sabtu malam, 7 Februari 2026 di Rylich Panorama Hotel, Kota Sorong.
Raffael mengatakan, HIPMI merupakan organisasi yang beranggotakan para pelaku usaha dan perusahaan. Karena itu, keberadaan HIPMI di Papua Barat Daya diharapkan mampu menjadi wadah kolaborasi lintas pelaku usaha demi mendorong pembangunan ekonomi yang lebih baik.
“Yang kita harapkan di sini adalah perusahaan-perusahaan di Papua Barat Daya, baik OAP maupun non-OAP, bisa saling bekerja sama dan bersinergi untuk Papua Barat Daya yang lebih baik,” ujar Raffael.
Ia menyebutkan, berdasarkan data yang dibacanya, pertumbuhan ekonomi Papua Barat Daya pada 2025 mencapai 4,82 persen. Menurutnya, capaian tersebut menjadi dasar optimisme bahwa HIPMI dapat memberi kontribusi lebih besar terhadap penguatan ekonomi daerah pada tahun-tahun mendatang.
Selain itu, Raffael menegaskan komitmennya untuk tidak terlibat dalam proyek-proyek pemerintah daerah. Ia menekankan bahwa kehadirannya di HIPMI Papua Barat Daya bertujuan membawa pengalaman dan prestasi dari luar daerah untuk dikembangkan di Papua Barat Daya.
“Saya berada di sini bukan untuk memainkan proyek-proyek yang ada di Papua Barat Daya. Saya tidak akan sentuh proyek pemerintah. Saya ingin membawa prestasi dari luar ke sini,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Raffael juga menyoroti beberapa sektor yang dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan secara bersama, yakni kehutanan, perikanan, dan pertanian. Ia menilai ketiga sektor tersebut dapat menjadi kekuatan ekonomi daerah jika dikelola secara kolaboratif.
Di sisi lain, ia juga menyoroti potensi sektor pariwisata, khususnya meningkatnya jumlah wisatawan mancanegara yang datang ke Papua Barat Daya. Ia mendorong adanya penambahan penerbangan ke Sorong mengingat keterbatasan tiket dan harga yang masih relatif tinggi.
Raffael juga menekankan pentingnya penguatan UMKM dan peningkatan eksposur produk lokal. Ia menilai sejumlah produk olahan lokal, seperti turunan minyak kelapa, memiliki potensi besar untuk dikembangkan jika didukung promosi yang lebih luas.
Ia menambahkan, transformasi ekonomi dan digitalisasi menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi daerah. Meski membutuhkan tahapan dan penyesuaian, ia optimistis hal tersebut dapat diwujudkan melalui kerja sama dan semangat bersama.
“Kita semua punya kemampuan dan kesempatan. Kalau digunakan untuk hal yang baik, pasti akan menghasilkan hal yang baik juga,” pungkasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....